Loading...








Ikan Bakar Cianjur di Kota Lama Semarang menawarkan pengalaman kuliner unik di dalam bangunan tua peninggalan Belanda. Dengan suasana retro yang Instagrammable, restoran ini menyajikan hidangan andalan seperti Gurame Bakar dan Nasi Liwet yang lezat dengan pelayanan super cepat. Meskipun begitu, kenyamanan pengunjung, terutama keluarga dengan anak-anak, mungkin sedikit terganggu karena adanya area merokok di dalam ruangan ber-AC yang asapnya dapat menyebar ke area bebas rokok, sehingga perlu menjadi pertimbangan sebelum berkunjung.
Setiap kali datang ke Kota Lama Semarang, pasti deh mata langsung tertuju sama bangunan tua peninggalan Belanda yang megah ini. Udah sering banget lewat, kirain ini museum atau kantor pemerintahan, eh ternyata restoran! Mana ini Ikan Bakar Cianjur (IBC) lagi, franchise ikan bakar "nasional"-nya Indonesia. Kontrasnya dapet banget, deh.
Tapi, jujur aja ya, kekurangannya juga harus diomongin. Harganya buat standar Semarang termasuk menengah ke atas, kira-kira per orang habis 60rb-75rb Rupiah. Walaupun rasanya sepadan sama harganya, tapi dompet tetap agak nangis dikit.
Secara keseluruhan, kalau kamu ke sini karena ngejar makanan enak dan suasana retronya, tempat ini dijamin nggak bakal ngecewain. Tapi kalau kamu mau ajak keluarga kumpul-kumpul dan punya standar tinggi soal kenyamanan tempat, nah itu harus dipertimbangkan lagi. Kalian udah pernah ke sini belum? Yuk, Nongkrong di kolom komentar

Wizzmie Kedungmundu di Semarang menawarkan pengalaman makan bakmi yang unik dengan kebersihan tingkat tinggi, layaknya sebuah showroom. Interiornya yang terang dan kinclong, lengkap dengan dapur terbuka transparan, membuatnya sangat ideal bagi keluarga dan pencari tempat makan higienis. Namun, perlu diketahui bahwa volume musiknya yang kencang kurang cocok untuk mengobrol santai. Penggunaan sendok plastik sekali pakai juga menjadi catatan kecil di tengah penyajian yang sebenarnya sudah apik, menjadikannya tempat yang lebih pas untuk fokus makan.

Berlokasi di sebuah gedung antik tahun 1895 di Kota Lama Semarang, Spiegel Bar & Bistro menawarkan suasana bistro Eropa dengan interior Art Deco yang menawan. Tempat ini menjadi pusat nongkrong favorit berkat menu andalannya, seperti pizza tungku dengan keju melimpah dan pasta otentik yang disajikan langsung dari roda keju. Dengan porsi yang besar dan suasana "museum hidup", Spiegel menyajikan perpaduan unik antara sejarah, arsitektur, dan cita rasa kuliner Italia di jantung kota.

Di tengah dominasi kuliner manis Semarang, Mie Ayam Bumbu Bali hadir sebagai oase bagi para pencinta pedas. Warung sederhana ini menyajikan bakmi dengan bumbu khas Bali yang pedasnya nampol dan kaya akan rempah, disajikan kering untuk rasa maksimal. Meskipun tempatnya selalu ramai dan panas, harga yang sangat terjangkau sekitar 10 ribuan menjadikannya destinasi wajib bagi pemburu kuliner pedas otentik yang mencari pengalaman makan cepat dan berkesan di kota Lumpia.

Tersembunyi di sebuah gang sempit Semarang, Jahe Rempah Mbah Jo adalah warung jadul yang menjadi spot nongkrong favorit anak muda. Tempat ini menawarkan minuman jahe rempah autentik yang diracik dari bahan-bahan asli, bukan bubuk instan, memberikan sensasi hangat yang khas. Dengan suasana merakyat yang selalu ramai dan harga sangat terjangkau, kedai ini menjadi pilihan unik untuk menghangatkan badan. Namun, bersiaplah untuk berdesakan karena tempatnya yang sempit dan hampir selalu penuh sesak.