Loading...














Sebuah restoran Lombok di Alam Sutera, Tangerang, menarik pengunjung dari Jakarta yang penasaran dengan Ayam Taliwang autentiknya. Menu andalan ini menggunakan ayam kampung berukuran kecil, menghasilkan daging yang padat namun empuk dan juicy dengan aroma smokey yang menggoda. Selain ayam, Sate Rembiga dengan bumbu kompleksnya juga wajib dicoba. Meski porsinya terbilang mini, cita rasa khas dan suasana santai yang ditawarkan membuat tempat ini layak untuk dikunjungi saat akhir pekan bersama teman atau keluarga.
Jujur ya, setiap kali ada teman yang ngajak makan di Alam Sutera, Tangerang, dalem hati sih gue nolak. Tapi kali ini, demi restoran Lombok yang lagi viral banget ini, gue rela deh! Katanya sih ini ayam Taliwang paling otentik se-Jabodetabek, oke, gue mau liat deh seenak apa sih.
Kita langsung ke intinya aja ya:
OK, setelah muji-muji, sekarang gue ngomong jujur ya.
Terakhir, gue kasih beberapa Tips jujur nih buat kalian:

Temukan suasana pedesaan di tengah kota Tangerang di Kampung Kecil. Restoran ini menawarkan pengalaman makan unik di saung-saung yang berdiri di atas kolam ikan, menciptakan nuansa asri dan menenangkan. Tak hanya populer karena pernah dikunjungi Presiden Jokowi, tempat ini juga ramah di kantong dengan harga di bawah Rp100 ribu per orang. Jangan lewatkan Gurame Goreng Saus Asam Manis yang menjadi favorit. Tempat ini sangat cocok untuk kumpul keluarga, namun bersiaplah untuk antre saat jam sibuk.

Lupakan sejenak kafe kekinian, Es Kode adalah warung legendaris di Tangerang yang menyajikan surga bagi pencinta jus sejati. Meskipun tempatnya sangat sederhana, keistimewaannya terletak pada jus buah asli dengan porsi jumbo yang melimpah ruah. Dengan harga sekitar 15 ribuan, pengunjung bisa menikmati jus kental dan otentik yang sepadan. Uniknya, pengunjung juga diperbolehkan membawa jajanan dari luar untuk dinikmati bersama minuman, menawarkan pengalaman kuliner lokal yang otentik dan memuaskan.

Jangan terkecoh dengan rating Google 4.6, artikel ini mengulas pengalaman mengecewakan di Blue Sky Premier Lounge T2 Jakarta. Jauh dari ekspektasi mewah, lounge ini digambarkan sangat sesak, panas, dan memiliki pilihan makanan yang buruk. Berbagai masalah fasilitas dan pelayanan yang kurang memuaskan menjadi sorotan utama, termasuk insiden unik mendapatkan keset sebagai pengganti handuk. Pada akhirnya, satu-satunya hal yang dianggap layak untuk dinikmati di lounge ini hanyalah secangkir kopi buatan baristanya.

Meskipun punya rating tinggi, suasana Blue Sky Lounge di T1 CGK ternyata tidak begitu istimewa dengan fasilitas yang terkesan usang. Namun, keunikan utamanya justru terletak pada dua hal: semangkuk Indomie goreng hangat yang dimasak langsung dan layanan bantuan check-in serta bagasi. Fitur andalan ini memungkinkan pengunjung bersantai tanpa perlu antre, menjadikannya pilihan tepat bagi yang mencari kenyamanan fungsional di atas kemewahan, terutama jika bisa masuk tanpa biaya tambahan.