Loading...






Canting Londo Kitchen di Solo memikat dengan bangunan kolonial megah dan interior fotogenik yang juara untuk nongkrong. Namun, di balik suasananya yang memukau, artikel ini mengungkap kualitas makanan yang sangat tidak konsisten dan sering kali mengecewakan, terutama hidangan Barat seperti pasta. Dengan harga yang tidak murah, pengalaman bersantap di sini terasa seperti untung-untungan. Artikel ini juga membongkar kemungkinan "rahasia" di balik rating tingginya yang wajib diketahui sebelum berkunjung agar tidak kecewa.
Kali ini akhirnya gue niatin buat nyobain, mikirnya tempatnya kan udah Mantap banget, masa iya rasanya ancur? Ternyata... Anjay, gue terlalu naif. 🤦♀️
Oke, kita bahas bagusnya dulu. Suasana di sini tuh juara banget, level dewa. Begitu masuk, rasanya kayak time travel, dinding yang udah kelihatan tua, barang antik Jawa yang retro, dicampur sama desain modern, setiap sudutnya seakan-akan bilang "foto aku dong". Halaman, indoor, outdoor, beda area beda juga suasananya. Cuma buat cari spot buat Nongkrong sambil foto-foto aja bisa habis setengah hari.
Jadi, worth it nggak sih ke sini? Gue kasih rangkuman simpelnya ya:
Yang dateng cuma buat foto-foto, anak arsitektur/desain, atau yang cuma pengen cari tempat cakep buat Chill, dateng aja! Tempat ini dijamin fotogenik banget, suasananya dapet abis.

Lokananta Bloc di Solo bukan sekadar tempat nongkrong biasa. Ruang kreatif ini merupakan revitalisasi dari studio rekaman negara tertua di Indonesia, memadukan nuansa industrial retro dengan desain modern yang Instagramable. Pengunjung bisa menjelajahi museum musik bersejarah dengan tur gratis, bersantai di amfiteater outdoor, atau menikmati live music. Dikelilingi berbagai pilihan kuliner dan pasar kreatif, tempat ini menjadi destinasi favorit anak muda untuk menikmati suasana sore yang santai dan penuh inspirasi.

So Ramen di Solo menjadi perbincangan karena rating Google-nya yang tinggi (4.7) namun akan segera tutup permanen. Artikel ini mengulas pengalaman unik yang campur aduk: dari harga super terjangkau yang jadi favorit mahasiswa, hingga pelayanan yang lambat dan kualitas rasa yang tidak konsisten. Meskipun memiliki banyak kekurangan, tempat ini menyimpan kenangan bagi banyak orang. Ini adalah panduan untuk kunjungan perpisahan sebelum So Ramen benar-benar hilang, lengkap dengan tips agar pengalaman terakhir lebih berkesan dan tidak mengecewakan.

Temukan pengalaman sarapan autentik di Solo dalam sebuah rumah Joglo tradisional yang sejuk dan ramai oleh warga lokal. Tempat ini menyajikan Pecel Madiun andalan dengan bumbu kacang gurih yang tidak manis, cocok dipadukan dengan Dawet Ayu segar. Sistem makannya semi-prasmanan, namun waspadai harga lauk pendampingnya. Meskipun makanan utamanya terjangkau, beberapa lauk bisa cukup mahal, jadi ada baiknya bertanya harga sebelum mengambil untuk menghindari kejutan saat membayar.

Jelajahi "Idola", warung bakmi legendaris di Solo yang selalu penuh sesak oleh warga lokal. Tempat ini menawarkan pengalaman kuliner otentik dengan mie ayam manis khas Solo dan bakso gurih yang harganya hanya 10 ribuan. Sambil bersantap, pengunjung bisa langsung mengambil aneka sate dan gorengan yang tersedia di meja. Namun, ada satu tips unik: bagi pencinta pedas, disarankan membawa sambal sendiri! Ini adalah tempat untuk menikmati cita rasa lokal yang ramai, bukan mencari suasana yang tenang.