Loading...








Terletak di dekat Stasiun Gubeng, kedai legendaris ini menawarkan pengalaman kuliner lokal yang otentik dengan harga sangat terjangkau, sekitar 24 ribu per orang. Menu andalannya seperti Nasi Rawon dan Ayam Penyet siap memanjakan lidah. Keunikan utamanya adalah kedai ini buka 24 jam, menjadi penyelamat perut lapar kapan saja. Namun, tempat ini lebih mengutamakan rasa dan suasana ramai khas warung rakyat daripada kebersihan atau estetika, sehingga kurang cocok bagi yang mencari tempat makan higienis.
Baru keluar dari Stasiun Kereta Gubeng Surabaya, perut sudah keroncongan sampai mata berkunang-kunang. Tanya ke abang sopir, ada makanan lokal enak apa di sekitar sini. Dia langsung tancap gas dan bawa aku ke depan warung kecil di pojokan ini, sambil menepuk dada, dia bilang: “This is the legend, mbak!” Melihat tampilan depan yang sederhana bahkan agak kumuh ini, dalam hati aku bergumam: Ini… seriusan? 🧐
Begitu masuk, wah, ternyata memang kantin rakyat! Nggak ada AC, cuma ada beberapa kipas angin tua yang berputar kencang. Di dinding terpampang poster-poster jadul. Udara dipenuhi aroma makanan dan lagu-lagu lawas Indonesia yang bikin nostalgia, seketika berasa kayak balik ke tahun 70-an. Yang makan di sini kebanyakan orang lokal dan penumpang yang baru turun kereta. Semua berdesakan, cuma demi rasa masakan rumahan yang otentik ini.

Bebek Carok di Surabaya menawarkan sensasi kuliner yang tak terlupakan melalui menu andalannya, Bebek Bumbu Hitam. Hidangan ini memiliki cita rasa unik yang kompleks—gurih, kaya rempah, dan sedikit manis—dengan daging bebek yang empuk dan kulit renyah. Untuk pengalaman maksimal, artikel ini merekomendasikan perpaduan sempurna dengan Sambal Mangga yang asam segar dan Nasi Kecombrang yang aromatik. Meskipun tempatnya sederhana, kombinasi rasa yang ditawarkan menjadikannya destinasi wajib bagi para pencari rasa otentik di Kota Pahlawan.

Kedai Ciamso menawarkan pesona kopitiam retro Tiongkok yang menjadi magnet bagi anak muda Surabaya. Meskipun harganya tergolong mahal dan area ber-AC sangat terbatas, tempat ini tak pernah sepi pengunjung berkat suasananya yang fotogenik. Kunci untuk menikmati kunjungan adalah dengan fokus pada menu andalannya seperti Kopi Butter dan Szechuan Wonton yang lezat, sambil melewatkan makanan utamanya. Buka 24 jam, tempat ini menjadi pilihan ideal untuk nongkrong hingga larut malam demi pengalaman terbaik.

Soto Ambengan Pak Sadi adalah destinasi kuliner legendaris di Surabaya yang telah bertahan lebih dari 50 tahun. Keistimewaan utamanya terletak pada bubuk Koya—bumbu gurih dari kerupuk udang—yang bisa ditambahkan sepuasnya oleh pengunjung. Bubuk ajaib inilah yang menjadi kunci kenikmatan, mengubah kuah soto bening menjadi kental dan kaya rasa. Nikmati sensasi otentik soto ayam Lamongan di warung sederhana yang selalu ramai dan penuh dengan suasana nostalgia ini.

Penasaran dengan toko oleh-oleh di Surabaya yang punya rating 5.0 sempurna di Google? Lapis Kukus Pahlawan jawabannya. Toko ini menawarkan kue lapis kukus klasik yang lembut, lembap, dan tidak terlalu manis, dengan kemasan kokoh yang aman untuk perjalanan. Mengusung nama yang terinspirasi dari julukan kota, tempat ini dirancang efisien untuk pembelian cepat, bukan untuk bersantai. Ini adalah pilihan oleh-oleh yang berkelas dan anti-gagal untuk keluarga atau teman.