Loading...










Bakerzin Plaza Senayan, yang dulu dikenal sebagai primadona, kini menawarkan pengalaman yang sangat campur aduk. Artikel ini menyoroti masalah kebersihan yang mengkhawatirkan—termasuk insiden kecoa terbang—dan pelayanan yang lambat. Meskipun beberapa hidangan utama seperti sup jamur dan pasta dinilai mengecewakan, dessert legendarisnya seperti Macaroons dan Signature Chocolate Cake tetap menjadi juara. Nasi Goreng Buntut juga menjadi pilihan aman yang konsisten di tengah kualitas yang tidak menentu, membuat kunjungan ke sini terasa seperti pertaruhan.
Jujur aja, kalau bukan karena dessert yang udah gue makan dari kecil, kayaknya gue nggak bakal nginjekin kaki lagi di Bakerzin Plaza Senayan. Soalnya, rating tinggi 4.8 di Google itu kan kelihatan banget, kenangan masa muda banyak banget fans lamanya! Tapi kali ini, gue beneran 'terkejut', kaget yang bikin syok.
Jadi, masih worth it nggak buat didatengin? Saran dari gue:
⚠️ Tips Berguna:

Temukan sebuah lounge tersembunyi di Jakarta dengan pintu masuk tak terduga di parkiran basement hotel. Di balik penampilannya yang sederhana, terdapat interior mewah namun nyaman dengan sofa beludru dan iringan live music. Tempat ini bukan sekadar bar biasa, karena menyajikan hidangan lezat yang mengejutkan seperti Crispy Pork Belly dan Squid Ink Tagliolini. Suasananya yang intim menjadikannya pilihan tepat untuk kencan romantis atau bersantai bersama teman, jauh dari keramaian.

SATOO Shangri-La, buffet legendaris di Jakarta, kini menawarkan pengalaman yang campur aduk. Meski beberapa area seperti makanan Jepang dinilai menurun kualitasnya dan suasana bisa sangat ramai, SATOO tetap punya daya tarik istimewa. Bagian masakan India menjadi penyelamat dengan cita rasa otentik yang juara. Selain itu, pengalaman unik mencoba jamu tradisional langsung dari gerobak keliling menjadi sorotan utama yang tidak boleh dilewatkan, memberikan sentuhan khas Indonesia yang menyegarkan di tengah hidangan internasional.

Monolog di Plaza Senayan tetap menjadi tempat nongkrong legendaris dengan kopi berkualitas juara yang wajib dicoba, terutama Flat White dan aneka pastry-nya. Namun, artikel ini mengulas bahwa pengalaman menikmati hidangan beratnya justru kurang memuaskan dan tidak sepadan dengan harganya. Suasananya yang bisa menjadi sangat ramai dan beberapa kekurangan lain membuat pengunjung perlu strategi khusus. Kunci untuk menikmati Monolog adalah dengan fokus pada kopi dan camilannya, serta memilih waktu kunjungan yang tepat.

Temukan surga tersembunyi untuk WFC di sebuah gang kecil di Benhil, Jakarta. Kafe ini menawarkan suasana tenang dengan desain minimalis yang ideal untuk fokus bekerja. Bukan hanya tempatnya yang nyaman, kualitas manual brew-nya yang juara dan sajian unik seperti Gochujang Pasta siap memanjakan lidah. Namun, perlu diingat sirkulasi udaranya kurang baik sehingga bau dapur bisa menempel di pakaian. Selain itu, pastikan membawa alat pembayaran non-tunai karena kafe ini sepenuhnya cashless.