Loading...






Bandar Djakarta menawarkan pengalaman bersantap seafood yang unik di tepi laut Ancol. Fitur utamanya adalah konsep "pasar ikan" yang seru, di mana pengunjung memilih sendiri hidangan laut segar langsung dari akuarium untuk dimasak. Sambil menikmati pemandangan matahari terbenam dan live music, tempat ini ideal untuk kumpul ramai-ramai. Artikel ini tak hanya mengulas menu andalan seperti Cumi Telor Asin, tapi juga memberi tips penting agar kunjungan lebih maksimal tanpa kecewa dengan harga dan keramaian.
Tapi jujur ya, setiap kali gue bawa orang ke sana, perasaan gue agak campur aduk… benci tapi cinta! 😂 Makanya hari ini gue harus ngomong apa adanya, tempat ini sebenernya worth it nggak sih buat didatengin?
Begitu masuk, jangan bingung ya, di sini nggak langsung duduk terus pesan makanan. Lo harus ke area"Pasar Ikan" dulu yang ramenya kayak pasar beneran, dorong troli buat pilih seafood sendiri. Kepiting, udang mantis, sama macem-macem ikan yang masih hidup seliweran di depan mata lo. Naksir yang mana, tinggal suruh mas-masnya serok, timbang, terus pilih saus dan cara masak yang lo suka. Pengalaman di mana lo bisa nentuin nasib mereka sendiri ini, beneran Mantap! 🤙
Kali ini kita dateng rame-rame, jadi pesennya semeja penuh. Gue rekomen banget beberapa menu favorit gue:
Kita sengaja booking tempat yang di pinggir laut, sore-sore nikmatin angin laut sambil liat sunset, feel-nya itu juara banget, deh. Seluruh restorannya gede banget kayak lapangan, ada Live band juga, cocok banget buat Nongkrong dan kumpul-kumpul bareng temen se-geng, suasananya langsung pecah banget.
Oke, sesi pujiannya selesai, sekarang gue mau jujur-jujuran ya!
Jadi, pengen makan enak tapi nggak mau emosi? Simak baik-baik pengalaman pahit gue ini:

Menawarkan pengalaman unik, Bluline di PIK memiliki dua suasana yang sangat kontras. Lantai bawahnya didesain menyerupai gua yang temaram, sementara lantai atasnya adalah 'taman rahasia' yang terang dan penuh bunga, ideal untuk bekerja atau bersantai. Meskipun suasananya menjadi daya tarik utama, kejutan terbaik justru datang dari makanannya yang ternyata luar biasa. Menu seperti Mac and Cheese truffle-nya berhasil mencuri perhatian dan disebut sangat lezat, membuat kafe ini layak dikunjungi bukan hanya untuk tempatnya.

Luc Up di Sunter mencuri perhatian dengan desain ‘Gedung Putih’-nya yang sangat estetik, menjadikannya surga bagi pencari spot foto. Namun, di balik tampilannya yang menawan, kualitas makanannya ternyata tidak konsisten—seperti berjudi. Artikel ini menyarankan untuk menikmati suasana dan hiburan seperti live music, serta memesan menu aman seperti Honey Oolong Milk Tea. Tempat ini lebih cocok sebagai ruang sosial untuk nongkrong dan berfoto daripada destinasi kuliner utama yang terjamin kelezatannya.

Penasaran dengan rating tinggi dan antrean panjang Kimukatsu? Restoran ini menawarkan pengalaman katsu yang unik, seperti Beef Katsu yang kualitasnya untung-untungan dan Matcha Katsu berwarna hijau yang menarik perhatian. Namun, di balik keunikannya, artikel ini juga menyoroti masalah utama: tempatnya yang sangat sempit dan selalu ramai. Ini membuat Kimukatsu lebih cocok untuk makan cepat demi mencicipi menunya yang khas, tetapi kurang ideal untuk kumpul santai atau membawa keluarga.

Jangan terkecoh dengan penampilannya yang sederhana, kedai bakmi di Pluit ini membuktikan rating tingginya bukan isapan jempol. Menu andalannya adalah mi keriting kenyal dengan topping babi melimpah, namun bintang utamanya adalah siobak dengan kulit super renyah. Rasanya gurih ringan karena dimasak tanpa micin, hanya mengandalkan kaldu asli. Selain bakmi, Kwetiau Goreng beraroma ‘wok hey’ dan Bakso Goreng padatnya juga menjadi kejutan yang wajib dicoba untuk pengalaman kuliner yang lengkap.