Loading...






Meskipun terkenal dengan kemacetan parahnya, Kota Kasablanka (Kokas) tetap menjadi magnet di Jakarta Selatan. Artikel ini mengulasnya sebagai surga kuliner dengan pilihan makanan yang sangat beragam, mulai dari jajanan hingga restoran mewah. Namun, di balik kenyamanan interiornya yang modern, pengunjung harus siap menghadapi keramaian ekstrem di akhir pekan dan isu kebersihan yang perlu diwaspadai. Ulasan ini memberikan tips praktis agar kunjungan ke pusat perbelanjaan serba ada ini tetap menyenangkan dan sepadan dengan perjuangannya.
Guys, siapa sih yang ngerti! Tiap kali mau ke Kota Kasablanka (yang biasa disebut Kokas), driver Grab gue pasti tarik napas dalam-dalam. Gak lebay, area ini tuh beneran black hole-nya macet Jakarta Selatan, macetnya bikin pengen anjay di tempat 🤯.
Kelebihannya banyak, tapi kekurangannya juga parah. Pertama, Rame Banget. Datang ke sini pas weekend itu super crowded, nyari parkir lebih susah dari nembak gebetan, mau chill dengan tenang itu hampir mustahil.
Karena sayang, makanya gue kritik. Simpan panduan anti-zonk ini, dijamin pengalaman lo di Kokas bakal naik 80%!
Jadi, Kokas worth it gak buat didatengin? Kalau lo datang buat cari tempat makan, minum, dan main dalam satu lokasi, tempat ini jelas Mantap. Tapi kalau lo benci banget sama keramaian dan macet, mendingan datang pas hari kerja aja deh!
Kalian punya pengalaman aneh apa di Kokas? Atau punya rekomendasi makanan tersembunyi? Yuk, Nongkrong di kolom komentar! 👇

VIN+ Kemang dikenal sebagai surga legendaris bagi para pencinta wine dengan koleksi yang sangat luas dan suasana *chill* ditemani *live music*. Namun, artikel ini mengulas sisi lain dari VIN+: kualitas makanannya yang untung-untungan. Sementara hidangan seperti Carbonara Spaghetti sangat direkomendasikan, menu lain seperti steak bisa jadi mengecewakan. Pembaca juga diperingatkan tentang harga wine yang cukup tinggi, pelayanan yang tidak konsisten, serta bau rokok yang cukup mengganggu bahkan di area bebas rokok.

Lobo di Ritz-Carlton Jakarta menawarkan pengalaman kuliner yang kontradiktif. Di satu sisi, restoran ini menyajikan hidangan istimewa seperti Ribeye Steak yang super juicy dan Lamb Tongseng inovatif, yang disebut sebagai salah satu yang terbaik di Jakarta. Namun, pengunjung harus bersiap dengan pelayanan yang tak menentu, layaknya membuka *blind box*. Meskipun memiliki interior mewah bergaya Eropa yang fotogenik, suasana bisa menjadi sangat bising saat ada *live music*, dan harga yang ditawarkan pun tergolong premium.

Whiterabit membuka cabang baru di Gatot Subroto, menawarkan pengalaman nongkrong mewah dengan suasana klub internasional yang fotogenik. Keunikan utamanya terletak pada pilihan musiknya yang "liar"—bukan EDM mainstream, melainkan Breakbeat yang lebih segmented. Selain menyajikan makanan yang cocok untuk sharing, tempat ini juga punya promo menarik seperti buy 1 get 1 atau free flow di hari tertentu. Spot ini cocok untuk para pencari suasana party yang berbeda dari biasanya di Jakarta.

Futago Ya di Blok M adalah tempat makan viral yang terkenal dengan antreannya yang panjang, namun memiliki ruang yang sangat sempit dan tidak cocok untuk nongkrong. Meskipun Creamy Miso Udon menjadi menu yang populer, rasanya dianggap *overhyped* dan cenderung membuat enek. Justru, Brisket Don menjadi penyelamat dengan daging empuk dan bumbu yang meresap sempurna. Jika ingin mencoba, disarankan untuk datang di luar jam sibuk dan langsung memesan menu nasi yang dinilai jauh lebih memuaskan.