Loading...
















Merasakan sensasi bersantap ala bangsawan Jawa di tengah hiruk pikuk Jakarta? Plataran Dharmawangsa menawarkan pengalaman tersebut dengan suasana oase yang tenang di dalam rumah Joglo antik yang dikelilingi taman rimbun. Restoran mewah ini menonjolkan hidangan Indonesia unik seperti Bebek Kari Manggis dan Sate Lidah Sapi. Namun, artikel ini juga mengupas tuntas apakah pengalaman premium ini sepadan dengan harganya yang fantastis, yang bisa mencapai jutaan rupiah per orang, serta membahas beberapa kekurangannya.
Baru aja keluar dari Plataran Dharmawangsa di Jakarta Selatan, rasanya tadi gue bukan lagi makan, tapi kayak lagi Nongkrong seharian di taman belakang kerajaan Jawa gitu.
Pas udah duduk, bagian utamanya tentu aja makanannya. Secakep apa pun tempatnya, kalau makanannya nggak enak ya percuma. Kali ini gue nyobain beberapa menu andalan mereka:
Oh ya, ngomong-ngomong, beberapa mocktail (koktail non-alkohol) mereka lagi ada promo, misalnya dua gelas 75 ribu rupiah, lumayan oke harganya.
Oke, setelah muji-muji, gue juga harus ngomong jujur nih.
Terakhir, sedikit keluhan soal tempatnya: AC di dalam ruangan kadang agak santai, jadi buat teman-teman yang gampang kepanasan, hati-hati milih tempat duduk. Selain itu, karena tempat ini juga populer buat acara keluarga, kadang ada bocil-bocil yang lari-larian dan ngerusak suasana Chill.
Buat teman-teman yang mau coba, catat beberapa poin ini biar pengalaman kalian makin up up!

Penasaran dengan ratingnya yang biasa saja, artikel ini mengulas Honu Poke & Matcha Bar di Jakarta. Ternyata, keunikan tempat ini justru terletak pada pengalamannya yang sangat "standar". Meskipun menyajikan poke bowl segar dan matcha, semuanya terasa biasa saja dan tidak meninggalkan kesan mendalam, mulai dari rasa hingga dekorasi. Restoran ini digambarkan sebagai pilihan aman untuk makan cepat jika kebetulan berada di dekatnya, namun tidak sepadan untuk dikunjungi secara khusus karena pengalamannya yang datar dan mudah dilupakan.

VIN+ Kemang dikenal sebagai surga legendaris bagi para pencinta wine dengan koleksi yang sangat luas dan suasana *chill* ditemani *live music*. Namun, artikel ini mengulas sisi lain dari VIN+: kualitas makanannya yang untung-untungan. Sementara hidangan seperti Carbonara Spaghetti sangat direkomendasikan, menu lain seperti steak bisa jadi mengecewakan. Pembaca juga diperingatkan tentang harga wine yang cukup tinggi, pelayanan yang tidak konsisten, serta bau rokok yang cukup mengganggu bahkan di area bebas rokok.

MUHI di Jakarta Selatan mencuri perhatian dengan desain arsitektur *mid-century modern* yang estetik dan furnitur ramah lingkungan. Kafe ini bukan sekadar tempat nongkrong, tapi juga surga bagi pencari kuliner Bali otentik, dengan menu andalan seperti Creamy Betutu Gilimanuk yang wajib dicoba. Namun, di balik keindahannya, artikel ini juga mengulas beberapa kekurangan, seperti area atas yang panas dan minim colokan sehingga kurang ideal untuk WFC, serta lahan parkir yang sangat terbatas.

Spot fotogenik di Senopati ini menawarkan interior mewah retro yang memukau, sempurna untuk berfoto. Namun, untuk pengalaman kuliner yang memuaskan, pengunjung perlu cermat memilih menu. Hidangan andalan seperti Singaporean Chili Oil Noodle dan Fettuccine Truffle Mushroom wajib dicoba, bersama aneka pastry renyah. Sebaiknya hindari Poured Tiramisu yang dianggap kurang sepadan. Keunikan utamanya adalah fasilitas ramah Muslim, dengan seluruh menu halal dan musholla yang sangat nyaman, menjadikannya pilihan tepat untuk berkumpul santai.