Loading...






Kafe 24 jam di Kayu Putih ini menjadi magnet bagi anak muda berkat suasana outdoor yang luas dan live music setiap malam. Namun, di balik keramaiannya, artikel ini mengungkap pengalaman yang campur aduk. Kualitas makanan yang tidak konsisten, pelayanan super lambat, hingga masalah kebersihan yang mengkhawatirkan seperti penemuan ulat hidup di salad menjadi sorotan utama. Tempat ini lebih cocok untuk nongkrong menikmati suasana daripada mencari pengalaman kuliner yang memuaskan dan pelayanan prima.
Jujur ya, setiap kali lewat kafe 24 jam di Kayu Putih ini, lihat parkiran yang penuh dan orang-orang yang rame banget, gue selalu mikir, emang sekeren itu ya? Tadi malam akhirnya gue sama teman coba buktiin sendiri, dan gimana ya ngomongnya, perasaannya agak campur aduk… Anjay!🤯
Pas duduk dan pesan, menunya kelihatan cukup beragam. Dengan semangat “biar gue yang jadi kelinci percobaan”, kita pesen beberapa menu andalan.
Intinya, porsi makanannya sih oke, tapi quality control-nya nggak stabil banget. Lo bisa dapet kwetiau goreng yang enaknya kebangetan, atau bisa juga dapet makanan utama yang bikin lo mempertanyakan hidup.
Jadi, tempat ini worth it nggak sih buat didatengin? Saran gue:
Cocok buat siapa?
Siapa yang jangan ke sini?
Kalau maksa mau ke sini, inget beberapa hal:
Pokoknya, ini tempat yang plus minusnya sama-sama ekstrem. Mau dateng atau nggak, kalian putusin sendiri deh! 🤷♀️

Meskipun terlihat kuno dan memiliki beberapa kekurangan, Mall Cijantung ternyata menyimpan kejutan sebagai pilihan praktis bagi warga Jakarta Timur. Artikel ini mengulas pengalaman mengunjungi mal yang terasa jadul namun tetap memiliki tenant esensial seperti bioskop dan restoran cepat saji. Sorotan utamanya adalah penemuan tak terduga: McDonald's yang luas dan nyaman ternyata menjadi spot nongkrong yang jauh lebih baik daripada Starbucks di sebelahnya, menjadikannya sebuah permata tersembunyi bagi yang mencari tempat santai.

Jangan tertipu oleh fasadnya yang kecil dan tersembunyi. Kafe di Rawamangun ini ternyata menyimpan interior yang estetik dan super nyaman di dalamnya. Suasananya yang tenang, dilengkapi banyak stopkontak, menjadikannya tempat ideal untuk WFC (Work From Cafe). Sambil bekerja, nikmati croissant renyah yang jadi andalan atau Kopi Coco uniknya. Dengan harga yang ramah di kantong, tempat ini adalah pilihan tepat untuk bekerja santai atau sekadar nongkrong tanpa bikin kantong bolong.

Toti Cafe di Jatinegara menawarkan pengalaman nongkrong yang unik dan penuh kontras. Dari rooftop-nya, pengunjung dapat menikmati pemandangan sunset kota yang memukau. Suasananya menjadi sangat khas berkat perpaduan langka antara suara gemuruh kereta api dan alunan musik jazz. Namun, di balik suasana juara dan kopi yang terjangkau, bersiaplah untuk menghadapi pelayanan yang dikenal kurang ramah. Tempat ini cocok bagi pencari pemandangan indah yang tidak terlalu memusingkan soal servis.

Temukan kafe tersembunyi di Pulo Gadung dengan suasana retro yang nyaman dan harga sangat terjangkau. Tempat ini menawarkan kopi mulai dari 18 ribuan dan camilan lezat. Jangan lewatkan Arem-Arem legendaris yang dibalut telur, sebuah menu andalan yang wajib dicoba. Selain itu, Mocha Latte pekat dan cookies hangatnya juga menjadi favorit. Meskipun tempatnya kecil dan parkir mobil sulit, kafe ini menjadi pilihan tepat untuk nongkrong santai tanpa menguras kantong.