Loading...
Mencari oleh-oleh khas Surabaya tanpa pusing? Bogajaya adalah jawabannya. Toko ini bagaikan museum camilan yang menawarkan segalanya, mulai dari Kue Lapis, puluhan jenis sambal, hingga aneka kerupuk unik. Suasananya yang ramai dan disukai warga lokal membuktikan keasliannya. Dengan pilihan super lengkap dan layanan praktis, tempat ini menjadi solusi belanja oleh-oleh autentik Surabaya dalam satu atap, memastikan Anda tidak pulang dengan tangan hampa.
Setiap kali traveling, hal yang paling bikin pusing itu beli oleh-oleh. Kalau beli yang terlalu turis, rasanya kurang sreg buat dikasih. Tapi kalau terlalu lokal, takut teman-teman nggak cocok sama rasanya. Nah, kali ini di Surabaya, aku akhirnya nemuin jawaban pamungkas buat oleh-oleh! 🤙
Begitu masuk toko namanya Bogajaya ini, aku langsung bengong. 🤯 Ini sih bukan toko suvenir, ini mah museum camilan lokal! Rak-raknya penuh sesak, dari Kue Lapis Indonesia yang warna-warni, sampai kerupuk (Krupuk) aneka rasa yang aneh-aneh, terus ada puluhan jenis sambal (Sambal) dalam botol dan toples, saking banyaknya sampai aku langsung mati gaya milihnya di tempat.
Di udara, tercium aroma manis dari kue-kue yang baru dipanggang, bercampur sedikit bau rempah. Warga lokal dan turis berdesakan, sambil bawa keranjang belanja dan kalap borong. Suasananya benar-benar hidup banget, rasanya semua orang lagi Nongkrong dan belanja (bahasa Indonesia: jalan-jalan dan belanja) dengan semangat 45.
Pas udah dateng, Anjay, beneran segitunya! Ini bukan toko yang cuma ngerjain turis, banyak banget warga lokal yang belanja di sini. Barangnya dikemas rapi dan layak, cocok buat hadiah atau dipakai sendiri. Harganya juga masuk akal, sama sekali bukan harga bandara. Dari kualitas sampai variasi, memang pantas dapat rating setinggi ini, Mantap! 👍
Jangan cuma tahu beli Indomie di supermarket doang, yuk ke sini dan rasain 'rasa Surabaya' yang asli! 🛍️

Hanamasa, pelopor buffet All-You-Can-Eat di Surabaya, diulas kembali untuk melihat apakah masih sepadan dengan harganya yang kini mencapai 200 ribuan. Jangan terlalu berharap pada kualitas daging sapinya yang cenderung olahan. Justru, keunikan utamanya terletak pada ayam marinasi yang ternyata sangat lezat dan empuk, menjadi bintang utama di antara pilihan lainnya. Dengan konsep Yakiniku dan Shabu-shabu serta tempat yang luas, Hanamasa tetap menjadi pilihan tepat untuk kumpul ramai-ramai yang tidak memprioritaskan daging sapi premium.

Terletak di dekat Stasiun Gubeng, kedai legendaris ini menawarkan pengalaman kuliner lokal yang otentik dengan harga sangat terjangkau, sekitar 24 ribu per orang. Menu andalannya seperti Nasi Rawon dan Ayam Penyet siap memanjakan lidah. Keunikan utamanya adalah kedai ini buka 24 jam, menjadi penyelamat perut lapar kapan saja. Namun, tempat ini lebih mengutamakan rasa dan suasana ramai khas warung rakyat daripada kebersihan atau estetika, sehingga kurang cocok bagi yang mencari tempat makan higienis.

Urban Wagyu di Surabaya dikenal dengan rating tinggi dan suasana modern yang nyaman, menjadikannya tempat kencan populer. Namun, ulasan ini mengungkap pengalaman yang tak terduga: steak andalannya ternyata bisa jadi mengecewakan karena kualitas daging yang tidak konsisten. Uniknya, yang justru menjadi bintang utama adalah *side dish* seperti *mashed potato* dan *sauteed mushroom* yang disebut-sebut sempurna. Artikel ini cocok bagi Anda yang penasaran dengan sisi lain dari restoran populer ini dan ingin tahu cara menyiasatinya.

Bon Ami di Surabaya menawarkan pengalaman bersantap yang membawa pengunjung kembali ke masa lalu. Dengan suasana elegan bergaya kolonial, tempat ini terasa seperti kapsul waktu yang tenang dan penuh nostalgia, cocok untuk makan bersama keluarga. Restoran ini menyajikan perpaduan masakan Indonesia, Belanda, dan Western, dengan menu andalan legendaris seperti Galantine dan Lidah Sapi. Jangan lewatkan juga toko roti di sebelahnya yang menjual aneka kue jadul khas zaman Belanda yang sulit ditemukan di tempat lain.