Loading...






Memory Coffee di Palembang menawarkan pengalaman unik dengan dua wajah yang kontras. Meskipun interiornya yang estetik bisa terasa sangat panas di siang hari, kafe ini bertransformasi total saat malam tiba. Area outdoor-nya yang luas, hijau, dan sejuk menjadi primadona untuk bersantai atau bekerja. Sambil menikmati suasana malam yang syahdu, jangan lewatkan menu andalan Chicken Toast yang porsinya besar dan mengenyangkan. Tempat ini adalah pilihan ideal untuk menghabiskan sore atau malam hari dengan suasana yang berbeda.
Cuaca Palembang kayak gini, cari kafe yang nyaman buat Nongkrong tuh bener-bener penyelamat hidup... Tapi kafe yang satu ini, Memory Coffee, Anjay! Hampir aja gue mateng di tempat! 😂
Begitu masuk, langsung terpikat sama desainnya yang minimalis banget, jendela kacanya besar-besar, cahaya matahari masuk, buat foto-foto emang juara banget. Tapi guys, ini nih poin pentingnya, kalau siang-siang duduk di dalam, beneran deh jadi kayak "bunga di rumah kaca"—panasnya sampai makeup mau luntur. 😅 Jadi, jangan salahin gue kalau nggak ngingetin ya!
Terakhir, buat teman-teman yang mau ke sana, gue kasih poin-poin pentingnya nih, catet ya! ✍️

Lupakan sejenak Jakarta, Palembang punya Luthier Coffee, sebuah surga kopi yang didirikan oleh juara kopi Indonesia, Raymond Ali. Kafe ini menjadi destinasi wajib bagi para pencinta kopi serius berkat sajian manual brew berkualitas tinggi dan keahlian para baristanya yang profesional. Dengan interior bergaya industrial yang keren dan suasana santai, tempat ini tidak hanya menawarkan kopi istimewa, tetapi juga menjadi spot nongkrong dan berfoto yang sangat menarik, membuktikan kualitasnya setara dengan kafe-kafe terbaik di kota besar.

Meskipun memiliki rating Google yang tinggi, artikel ini mengulas pengalaman makan yang mengecewakan di sebuah restoran AYCE K-BBQ di Palembang. Alih-alih menikmati sajian daging melimpah, pengunjung justru dihadapkan pada kenyataan pahit: stasiun makanan yang sering kosong, waktu tunggu isi ulang yang sangat lama, dan suasana panas tanpa AC yang memadai. Dengan harga terjangkau, pengalaman makan di sini lebih terasa seperti perjuangan yang melelahkan daripada sebuah kenikmatan, sangat kontras dengan citra promosinya di media sosial.

Meskipun punya rating tinggi di Google, tempat bakso di Palembang ini menawarkan pengalaman yang campur aduk. Pengunjung bisa menikmati kenyamanan ruang ber-AC dan kelezatan bakso uratnya yang padat berisi daging. Namun, artikel ini juga mengingatkan agar berhati-hati saat memesan mie ayam karena ada temuan tulang, serta kualitas bakso kecil yang kurang memuaskan. Uniknya, justru es jeruk peras segar yang menjadi penyelamat rasa dan juara tak terduga di tempat ini.

Mencari nasi bakar juara di Palembang dengan harga terjangkau? Tempat ini mungkin jawabannya. Nasi bakarnya yang aromatik dan kaya rempah menjadi primadona utama, disusul dengan iga bakar yang empuk meski porsinya kecil. Namun, kenikmatan kuliner ini datang dengan tantangan: suasana yang agak panas dan gangguan suara bising dari KTV di lantai atas. Meskipun begitu, dengan harga sekitar 50 ribuan per orang, cita rasanya yang otentik membuat banyak orang rela kembali.