Loading...














Black Owl di PIK menawarkan pengalaman dua dunia dalam satu lokasi. Sebelum jam 9 malam, tempat ini adalah restoran fine dining yang menyajikan hidangan Western berkualitas, lengkap dengan atraksi penyajian di meja seperti Naked Tiramisu. Memasuki malam, suasana berubah total menjadi klub yang semarak dengan penampilan DJ dan live band, siap mengajak pengunjung bergoyang. Ini adalah destinasi unik bagi mereka yang ingin menikmati makan malam elegan yang bisa langsung berlanjut menjadi pesta meriah tanpa harus berpindah tempat.
Setiap kali ada teman datang ke Jakarta dan nanya mau chill di mana, gue suka pusing sendiri. Sampai akhirnya gue nemuin Black Owl di PIK ini… Anjay! Tempat ini kayak agen ganda.
Jam 8 malam lo masih elegan potong-potong steak, lewat jam 9, suasananya langsung berubah total, DJ dan live band naik panggung, seketika bisa bikin lo goyang ngikutin irama! Pengalaman transisi yang mulus banget kayak gini, bener-bener mantap.
Jujur aja, awalnya gue nggak berharap banyak sama makanan di tempat kayak gini, soalnya kan yang dijual suasananya. Begitu masuk, gue langsung terpukau sama langit-langitnya yang super tinggi dan desain industrial mewahnya, pencahayaannya keren banget, bikin foto jadi bagus.
OK, setelah muji-muji, gue juga harus ngomong jujur.
Terakhir, pas malam band-nya mulai main, musiknya beneran kenceng banget! Kalau lo mau ngobrol santai, siap-siap aja ngomongnya harus teriak. Jadi pas reservasi, lo harus pikirin baik-baik, mau ke sini buat dengerin musik dan seru-seruan atau buat ngobrol serius.
Buat teman-teman yang mau coba, inget-inget ya beberapa hal ini:

Penasaran dengan wajah baru Holywings? Artikel ini mengulas HW Livehouse PIK (kini Gold Dragon) yang menawarkan pengalaman campur aduk. Tempat ini menjadi pilihan seru untuk menikmati minuman sambil ditemani live music yang memukau. Namun, pengunjung perlu bersiap dengan volume suara yang sangat kencang dan ruangan yang dipenuhi asap rokok. Meskipun beberapa camilan seperti Sate Babi dan Singkong Gorengnya lezat, kualitas makanan utamanya dianggap kurang konsisten, menjadikannya lebih cocok untuk hiburan malam daripada wisata kuliner.

Fogo menawarkan pengalaman bersantap *all-you-can-eat* Brazilian BBQ dengan harga yang sangat terjangkau. Meskipun konsep penyajian daging dari tusukan besar cukup menarik, kualitas dagingnya seringkali tidak konsisten dan cenderung alot. Namun, ada penyelamat tak terduga: nanas panggang dengan kayu manis yang menjadi primadona. Restoran ini cocok bagi yang mencari makan daging sepuasnya dengan budget terbatas, tetapi perlu waspada terhadap layanan yang lambat saat jam ramai dan kualitas yang sepadan dengan harganya.

FountainHead Cafe di Jakarta Barat memikat dengan arsitektur kolonial Prancis yang cantik dan setiap sudutnya yang Instagramable, menjadikannya viral di media sosial. Namun, di balik visualnya yang menawan, artikel ini mengungkap realita yang berbeda: waktu tunggu makanan yang sangat lama, kualitas makanan utama dan kopi yang mengecewakan, serta suasana yang sangat bising. Meskipun croffle-nya disebut sebagai penyelamat, kafe ini lebih direkomendasikan sebagai studio foto daripada destinasi untuk menikmati kuliner dan bersantai dengan nyaman.

Bubur Ayam Jadul The Legend di Palmerah adalah tempat nongkrong malam legendaris yang menawarkan sensasi unik. Daya tarik utamanya adalah porsi suwiran ayam yang sangat melimpah hingga menutupi seluruh mangkok, layaknya "makan ayam pakai bubur". Meski bubur dasarnya cenderung hambar dan perlu diracik sendiri, porsi jumbo dan sambalnya yang pedas menjadi alasan utama keramaiannya. Tempat ini cocok bagi yang mencari porsi brutal, namun kurang ideal bagi yang memprioritaskan kebersihan dan kenyamanan tempat.