Loading...














Meskipun memiliki ulasan tinggi, restoran trendi di Jakarta ini menawarkan pengalaman yang kontras. Di satu sisi, hidangan seperti Wagyu Beef Dry Ramen dan Buffalo Cauliflower-nya disebut-sebut sebagai penyelamat suasana hati karena rasanya yang luar biasa. Namun, pengunjung perlu mempersiapkan diri untuk pelayanan yang tidak konsisten dan cenderung cuek. Suasananya yang fotogenik seringkali ramai, sehingga disarankan untuk fokus pada menu andalan dan mengabaikan drama pelayanan demi pengalaman kuliner yang memuaskan.
Guys, siapa yang ngerti coba! Dateng ke sini karena liat skor Google-nya tinggi, 4.7, eh, hasilnya malah hampir dibikin emosi sama pelayanannya sampai mau meledak di tempat 💥.

Tersembunyi di komplek perumahan Jeruk Purut, Gordi HQ menawarkan suasana unik dengan halaman rumput luas yang fotogenik, sempurna untuk bersantai. Kualitas kopinya menjadi juara, dengan Iced Pandan Coffee sebagai salah satu menu andalan yang wajib dicoba. Namun, pengunjung mungkin perlu berpikir dua kali untuk memesan makanan utama, karena kualitas dan porsinya dinilai kurang sepadan. Kafe ini lebih ideal untuk WFC atau nongkrong sambil menikmati kopi dan suasana, bukan untuk makan berat.

Arts Café di Raffles Jakarta menawarkan pengalaman buffet mewah dengan suasana elegan yang sempurna untuk momen spesial. Namun, pengalaman kulinernya seringkali terasa seperti *blind box*. Di satu sisi, ada *seafood bar* segar dan surga *dessert* yang menjadi bintang utamanya. Di sisi lain, kualitas hidangan panasnya sangat tidak konsisten dan bisa mengecewakan, menjadikan santapan di sini sebuah pertaruhan antara kepuasan dan kekecewaan. Artikel ini mengupas tuntas sisi baik dan buruknya agar kunjungan Anda lebih maksimal.

One Satrio hadir sebagai oase hijau di tengah hutan beton Kuningan, menawarkan pelarian dari hiruk pikuk kota. Dengan konsep ruang terbuka yang luas, tempat ini menjadi destinasi ideal untuk bersantai, piknik, atau membawa hewan peliharaan berjalan-jalan. Pengunjung dapat menikmati beragam pilihan kuliner, mulai dari croissant viral di Bakerman hingga masakan Indonesia di Noesaka. Suasananya yang santai menjadikannya pilihan tepat untuk melepas penat setelah seharian beraktivitas di Jakarta.

Jangan terkecoh dengan nama besar Burger King, karena artikel ini mengungkap pengalaman mengecewakan di cabangnya di Kuningan City. Kualitas makanan menjadi sorotan utama, dengan keluhan porsi yang menyusut, burger kering, hingga kentang goreng yang terasa aneh. Bukan hanya itu, pelayanan yang sangat lambat dan tidak ramah, ditambah biaya tersembunyi seperti pajak dan kantong belanja, membuat kunjungan terasa tidak menyenangkan. Satu-satunya nilai plus yang disebutkan hanyalah es krim sundae yang harganya terjangkau.