Loading...












Penasaran dengan Little Salt Bread di Blok M yang antreannya selalu panjang? Artikel ini mengulas jujur pengalaman mengantre satu jam untuk roti viral tersebut. Varian seperti Truffle Egg dan Cheese memang patut dicoba, namun ada satu kekurangan besar: roti disajikan dingin. Tips utamanya adalah membawa pulang dan memanaskannya kembali untuk rasa maksimal. Menariknya, kopi di sini ternyata menjadi juara tersembunyi yang bisa dibeli tanpa perlu ikut antrean panjang untuk roti.
Guys, Blok M lagi nge-hype banget akhir-akhir ini, dan bintang utamanya ya si Little Salt Bread ini, yang depan tokonya selalu kayak lagi ada konser. Jujur ya, liat antreannya yang panjang banget berkelok-kelok, dalam hati aku udah ngedumel sejuta kali: Cuma roti doang kan? Segitunya amat? Tapi sebagai perwakilan kalian buat nyobain langsung, aku pasrah aja ikutan ngantre, dan ternyata antrenya hampir sejam…🫠
Langsung ke kesimpulan ya: Rasanya sih oke, tapi jangan pasang ekspektasi ketinggian.
Pas Roti udah di tangan, aku langsung borong beberapa rasa yang paling hits:
Oke, pujiannya udah, sekarang bagian"tapi"-nya.
Ukurannya juga beneran"Little", cuma segede telapak tangan, cukuplah buat cemilan sore, tapi kalau cowok mungkin dua kali gigit juga abis.
Jadi, kesimpulannya, dateng lagi gak ya? Saran dari aku sih:
Secara keseluruhan, ini tipe toko yang"kalau lewat dan gak antre boleh lah dibeli, tapi kalau sengaja dateng buat antre 1 jam kayaknya kurang worth it". Kalau kamu penasaran banget, coba aja dateng pas lagi sepi buat nyobain

KARUMBA di Hotel Mercure menawarkan pemandangan malam Jakarta yang spektakuler dari lantai 19. Bar rooftop ini unik dengan dekorasi tropis ala Karibia yang dipadukan dengan alunan musik rock yang energik. Meskipun hidangan utamanya mungkin kurang memuaskan, dessert seperti kue soes dan pie buahnya menjadi penyelamat dan wajib dicoba. Tempat ini sangat cocok untuk bersantai menikmati minuman dan hidangan penutup sambil ditemani pemandangan kota yang menawan, terutama bagi para penggemar musik rock.

The People's Cafe hadir sebagai "kantin" andalan dan solusi makan siang bagi para pekerja di SCBD. Meskipun bagian dari Ismaya Group, tempat ini menawarkan suasana santai yang nyaman untuk bekerja atau sekadar nongkrong. Jangan terkecoh dengan namanya, karena jagoan utamanya adalah masakan Indonesia rumahan yang otentik dan konsisten. Sorotan menunya termasuk aneka Nasi Goreng yang menggugah selera, Ayam Geprek keju yang unik, hingga Roti Bakar Srikaya sebagai penutup manis yang sempurna.

Temukan sebuah oase tenang yang tersembunyi di tengah keramaian Pacific Place. Tempat ini adalah surga bagi para pencinta teh, menawarkan suasana elegan dan pengalaman unik di mana pengunjung dapat mencium aroma teh dari toples kecil sebelum memesan. Kualitas tehnya yang premium menjadi daya tarik utama. Namun, artikel ini memberikan peringatan keras: nikmati tehnya, tetapi hindari memesan makanan atau kopi yang kualitasnya sangat mengecewakan. Tempat ini sempurna untuk mencari ketenangan, bukan untuk berburu kuliner.

Dikenal sebagai restoran Turki mewah langganan para diplomat, Turkuaz menawarkan pengalaman yang kontroversial. Artikel ini mengupas tuntas apakah harganya sepadan dengan kualitasnya. Di satu sisi, suasana eksotisnya yang memukau dan hidangan Lamb Shank-nya dipuji sebagai juaranya. Namun, di sisi lain, ulasan ini menyoroti harga yang sangat mahal dengan porsi yang tidak sepadan, serta beberapa hidangan lain yang dianggap kurang otentik, memberikan pandangan seimbang bagi calon pengunjung.