Loading...












Union Deli di Grand Indonesia terkenal dengan antrean panjangnya, dan semua itu demi Red Velvet Cake legendarisnya. Kue ini memang juara dengan tekstur lembut dan cream cheese yang pas. Didukung suasana nyaman ala New York, tempat ini sangat cocok untuk bersantai. Namun, jangan terkecoh untuk memesan hidangan utama. Artikel ini menyoroti kualitas makanan berat seperti steak dan pasta yang sangat mengecewakan, sehingga lebih disarankan datang untuk menikmati kue dan kopi saja.
Serius deh, setiap kali lewat Union Deli di Grand Indonesia, antreannya itu lho... Anjay! Yang nggak tahu pasti ngira ada artis dateng. Demi reputasinya sebagai red velvet cake “terbaik” se-Jakarta, hari ini gue nekat harus coba sekali!
Jadi, worth it nggak sih dicoba? Saran gue: Anggap aja ini tempat ngeteh sore yang juara, jangan ke sini buat makan besar!

Penasaran di mana para ekspatriat Jepang di Jakarta berkumpul? Jawabannya ada di izakaya tersembunyi di dalam hotel Artotel ini. Dengan suasana otentik ala Kyoto, interior kayu, dan banyaknya ruang privat, tempat ini menawarkan pengalaman makan yang imersif. Jangan lewatkan hidangan andalan seperti Ishiyaki Meshi yang mendesis dan Tori Karaage yang renyah. Sebuah pilihan tepat untuk merasakan suasana Jepang asli tanpa harus meninggalkan Jakarta, meski perlu menyiapkan bujet lebih untuk pengalaman premium ini.

Temukan sensasi makan sushi ala 'warteg' di Cempaka Putih, Jakarta, di mana pengunjung bisa mengambil sendiri hidangannya. Dengan harga mulai dari 5.000 Rupiah, tempat ini menawarkan sushi berukuran besar dengan rasa yang melebihi ekspektasi, meskipun berkonsep warung tenda sederhana. Tempat ini menjadi favorit karena harganya yang sangat terjangkau, adanya diskon untuk pelajar atau karyawan, serta sudah bersertifikat halal. Pilihan tepat untuk memuaskan ngidam sushi tanpa menguras kantong.

Blue Doors, kafe populer asal Bandung, kini membuka cabangnya di Menteng, Jakarta. Mengusung konsep "rumah untuk kopi", tempat ini menawarkan suasana *homey* dan nyaman di dalam sebuah rumah tua yang telah direnovasi. Kafe ini menjadi pilihan ideal untuk WFC di hari kerja. Jangan lewatkan menu andalan seperti Swiss Latte dan Pistachio Croissant yang jadi favorit. Namun, perlu diingat bahwa tempat ini sangat ramai di akhir pekan dan harganya tergolong premium untuk segelas kopi.

Meskipun menggiurkan dengan rating Google 4.8 dan harga AYCE K-BBQ terjangkau, artikel ini mengungkap pengalaman makan yang ternyata mengecewakan. Sorotan utamanya adalah kualitas daging yang menurun drastis setelah sajian awal dan pelayanan yang kurang ramah. Selain itu, lambatnya proses *refill* daging saat jam sibuk membuat konsep *all you can eat* menjadi tidak maksimal, menjadi pengingat untuk selalu mengatur ekspektasi saat mengunjungi tempat makan dengan ulasan tinggi namun harga yang sangat murah.