







Katanya ini resto Italia paling otentik se-Jakarta. Habis nyobain, aku cuma mau bilang: Otentik ≠ Enak?
Mengulas restoran Italia Expatriate di Jakarta Utara yang viral karena klaim rasa otentiknya yang tanpa kompromi. Dengan suasana retro yang nyaman untuk kencan, tempat ini menonjolkan Fettuccine Cream di Pistachi sebagai hidangan juara yang wajib dicoba. Pastanya yang *al dente* dan saus krimnya yang kaya rasa mendapat pujian tinggi. Namun, artikel
Restoran Italia Expatriate di Jakarta Utara yang lagi viral banget belakangan ini, katanya sih chef-nya langsung dari Italia dan punya rasa otentik yang "nggak mau kompromi sama selera Indonesia". Kedengarannya punya pendirian banget, kan? Karena penasaran, gue harus coba samperin.
Begitu masuk, suasana retro dan homey-nya langsung berasa, lampu yang temaram ditemani lagu-lagu lama, emang pas banget buat minum-minum santai dan nge-date. Nggak usah banyak basa-basi, langsung kita bahas makanannya!
“Italia” di Ujung Lidah
Menu andalannya sudah pasti si Fettuccine Cream di Pistachi[1] (pasta krim pistachio) yang viral itu. Jujur ya, suapan pertama langsung bikin gue bilang Mantap! Aroma kacang pistachio dan kekayaan rasa krimnya nge-blend pas banget, pastanya al dente, sama sekali nggak bikin enek, bener-bener juaranya malam itu!
Pizza tipis renyah[2] mereka juga nggak kalah jago, bahan-bahannya segar, kejunya melimpah, dan pinggirannya dipanggang sampai renyah wangi, salah satu pizza paling otentik ala Italia yang pernah gue coba di Jakarta Utara. Buat yang suka daging, bisa juga coba dry-aged steak[3] mereka, rasanya nendang banget.
TAPI! Plot twist-nya datang… Pasta lain yang dipesan teman gue, rasanya agak Anjay… Ada yang asinnya kebangetan sampai bikin mikir, ada juga yang sausnya encer kayak kuah[4]. Di situ gue jadi ngerti kenapa review rasa di tempat ini bisa beda-beda banget. Rasa "otentik" yang mereka kejar mungkin emang nggak cocok buat semua "lidah Indonesia". Seperti kata salah satu pengunjung, authentic doesn't always mean yummy[5].
Eits, jangan buru-buru batalin rencana, dengerin dulu jujur dari gue
Suasananya sih oke, tapi ada beberapa hal yang perlu dikomplain juga. Pertama, lampunya beneran gelap banget[6], baca menu aja susah, mau foto makanan yang cantik harus pakai flash HP. Kedua, dan ini yang paling parah: live band pas malam akhir pekan, volumenya kenceng banget sampai gue kira lagi di klub disko[7]! Mau Nongkrong ngobrol enak sama teman, sama sekali nggak kedengeran omongan orang, sepanjang waktu harus teriak-teriakan…
Panduan Pesan Anti Gagal dari Gue
Jadi, worth it nggak sih buat didatengin? Saran gue: Pilih waktu yang tepat, pesan menu yang benar, dijamin bisa Chill abis!
✅ Jalan Pintas Terbaik buat Pemula: Kalau kamu baru pertama kali ke sini dan takut salah pesan, langsung aja sikat Paket Omakase[8] mereka! Sekitar 188k udah bisa dapat tiga menu, chef yang pilihin, super worth it, dijamin pilihan aman tanpa mikir.
✅ Saran buat 'Si Paling Introvert' dan Pasangan: Tolong hindari banget malam Jumat dan Sabtu! Kecuali kamu emang niatnya mau dengerin musik. Kalau mau makan dan ngobrol dengan tenang, malam hari kerja itu pilihan terbaik. Kalau mau pergi pas akhir pekan, jangan lupa reservasi dulu[9].
✅ Tips buat Si Jago Hemat: Mereka sering ada promo kayak Beli 1 Gratis 1 Pizza[10], bisa ditanya dulu sebelum datang. Soal pelayanan... agak untung-untungan sih, pas lagi ramai suka agak kacau[11], jadi santai aja.
Kesimpulannya, ini restoran yang kelebihan dan kekurangannya sama-sama menonjol. Demi pasta pistachio itu, gue bakal balik lagi sih, tapi pastinya bakal pilih malam yang nggak ada live band-nya! 😉




