







Makan di BISTECCA 2,5 Juta per Orang, Yakin Gak Nyesel? | Panduan Nongkrong Anti Zonk di SCBD
BISTECCA adalah steakhouse mewah di SCBD yang menawarkan suasana klasik ala New York yang fotogenik, cocok untuk jamuan bisnis atau kencan penting. Namun, dengan harga fantastis sekitar 2,5 juta Rupiah per orang dan aturan berpakaian yang ketat, apakah pengalaman yang didapat sepadan? Artikel ini mengulas secara jujur apakah restoran steak papan atas ini layak dikunjungi atau hanya akan membuat kantong Anda terkuras tanpa kepuasan yang sepadan, menjadi panduan agar tidak salah pilih.
Datang ke SCBD penuh semangat pakai celana pendek, eh malah dicegat di depan pintu BISTECCA, terus dikasih pinjam celana "piyama" hitam ukuran all-size[1]... Yup, itulah awal mula pengalaman konyol gue di restoran steak papan atas Jakarta ini. 🫠
Setiap kali ada yang nanya restoran steak di Jakarta yang cocok buat jamuan bisnis atau kencan penting, BISTECCA itu nama yang pasti disebut. Tapi jujur ya, ngeluarin duit rata-rata 2,5 juta Rupiah per orang[2], yang lo dapat mungkin nggak semuanya kejutan yang menyenangkan.
Suasananya Dapet, Fotonya Bagus-Bagus
Begitu buka pintu, vibe-nya langsung kerasa kayak di restoran steak New York gaya lama. Lampunya remang-remang, interior kayu gelap dipadu sofa kulit warna merah anggur, setiap sudutnya kayak bilang "cocok buat nge-date" dan "ngobrolin bisnis gede"[3]. Jarak antar mejanya pas, jadi privasinya oke. Mau Nongkrong sambil gosip sama teman juga nggak perlu takut kedengeran meja sebelah. Soal suasana, emang nggak ada duanya, asal jepret aja hasilnya udah bagus.
Steak Jadi Bintang Utama, tapi Menu Pendampingnya Lebih Nampol?
Untuk hidangan pembuka, kita nggak ada yang zonk. Gurita yang dimasak pelan (slow-cooked octopus)[4] empuk banget, saus tomatnya juga bikin nafsu makan. Foie Gras Ravioli[5] yang dipesan teman gue juga lembut banget, langsung lumer di mulut, Mantap!
Menu utamanya, steak, akhirnya datang. Kita pesan menu andalannya, Bistecca a la Fiorentina[6], porsinya gede banget, cukup buat di-share tiga sampai empat cewek. Kualitas dagingnya emang bagus, luarnya garing dalemnya lembut, dan juicy-nya juga kekunci. Tapi jujur aja, gue juga pernah dapat yang tingkat kematangannya meleset dan teksturnya jadi agak kering[7]. Jadi pas pesan, mending konfirmasi berkali-kali ke pelayannya soal tingkat kematangan yang lo mau.
Justru menu pendampingnya, Caesar Salad[8], yang dibuat langsung di meja kita, seremonial banget. Keju parmesannya dikasih banyak banget, super direkomendasiin!
Ngomong Jujur Aja Ya (Bagian Komplainnya Nih)
Oke, setelah muji-muji, sekarang waktunya ngomong apa adanya.
Pertama, dan ini yang paling pengen gue komplain: restorannya nggak bebas asap rokok! [9] Area bar dan area makannya nyatu, jadi bau rokoknya nyebar ke seluruh restoran. Anjay! Makan steak mahal sambil nyium asap rokok orang, rasanya aneh banget. Buat teman-teman yang sensitif sama bau rokok, beneran harus pikir-pikir lagi.
Kedua, pelayanannya sih profesional, tapi kadang kerasa agak "dingin" atau buru-buru nawarin minuman mahal, jadi kurang ada nuansa Chill-nya.
Tips Biar Nggak Zonk / Hemat
Terakhir, buat teman-teman yang mau coba ke sini, ini poin-poin pentingnya:
- Dress Code: Hari kerja, cowok wajib pakai celana panjang. Kalau nggak, nanti kamu bakal dapat "celana edisi terbatas restoran" yang sama kayak gue. Kalau akhir pekan boleh pakai celana pendek, tapi lebih baik tetap pakai baju yang agak Smart Casual.
- Reservasi: Wajib banget reservasi dulu![10] Apalagi pas akhir pekan dan jam makan, kalau mau langsung datang (walk-in) hampir nggak mungkin bisa.
- Parkir: Tempat parkir di bawah gedungnya sempit dan muter-muter, papan petunjuknya juga nggak jelas. Saran gue mending langsung valet atau naik taksi aja, biar nggak pusing.
- Pesan Makanan: Porsi steak-nya besar, jadi jangan lapar mata. Pesan satu atau dua hidangan pembuka buat dicoba aja udah cukup, karena menu utamanya yang paling juara. Buat yang nggak suka steak, ada pilihan pasta dan seafood juga kok.








