







Anjay! Posternya rock tapi lagunya galau, bar underground Jakarta ini bikin cinta tapi benci
Tersembunyi di sebuah basement Jakarta, bar ini menawarkan pengalaman *dive bar* autentik dengan suasana remang-remang dan dinding penuh stiker. Siap-siap berdesakan di tengah keramaian yang intim namun berasap. Keunikan utamanya? Playlist yang tak terduga, di mana lagu-lagu galau justru mengalun kontras dengan poster-poster rock di dindingnya. Sebuah tempat yang liar dan seru, menciptakan pengalaman cinta-benci
Jujur ya, nyari pintu masuknya di Gunawarman hampir bikin gue pusing. Cuma basement biasa-biasa aja, siapa sangka pas buka pintu isinya dunia lain? Nggak ada dekorasi yang mewah, cuma lampu remang-remang, dinding belang-belang penuh stiker, dan musik yang kenceng banget. Anjay, ini kan kayak *dive bar* yang keren dan liar di film-film remaja Amerika gitu, kan?[1]
Kaleng Sarden Penuh Asap
Jangan harap bisa dapet pengalaman yang elegan di sini. Tempatnya kecil, kalau akhir pekan di atas jam 10 malam udah penuh sesak kayak kaleng sarden[2], udaranya penuh sama bau rokok dan aroma hormon. Gue yang nggak merokok aja rasanya kayak diasinin, pulang-pulang hal pertama yang dilakuin ya keramas[3].
Tapi anehnya, suasananya asyik banget! Dindingnya ditempeli poster David Bowie dan Ramones, gue kira bakal jadi malam rock garis keras, eh ternyata DJ-nya tiba-tiba ganti haluan dan mulai muterin lagu cinta Kahitna[4]... Satu ruangan yang tadinya anak rock langsung berubah jadi jagoan KTV dan nyanyi bareng, rasanya aneh tapi bikin nagih banget! Pilihan minumannya cukup banyak, terutama gue rekomendasiin buat coba berbagai *shots* mereka yang murah[5], buat Nongkrong bareng teman-teman, suasananya langsung pecah. 🍻
Komplain Dulu, Baru Suka
OK, seperti biasa, kita bahas kekurangannya dulu.
Pertama, harganya nggak bisa dibilang murah. Maklum lah Jaksel, sebotol bir Bintang harganya 115 ribu rupiah[6], dompet bakal sedikit nangis. Kedua, peraturannya agak banyak. Setiap orang yang masuk wajib pesan satu minuman, dan botol minum yang dibawa sendiri bakal "disimpan" sama resepsionis. Mau pesan juga harus jalan sendiri ke bar dan antre panjang[7], jadi pengalamannya biasa aja.
Yang paling penting, kalau kamu orangnya *introvert* atau nggak suka bau rokok, tempat ini mungkin bukan seleramu.
Panduan Rahasia dari Gue
Walaupun banyak yang bisa dikomplain, tapi tetap aja pengen balik lagi! Biar bisa seru-seruan maksimal, simpan baik-baik panduan ini:
📍 DUCK DOWN BAR, Jl. Gunawarman No.61, Jaksel
- Pilih hari yang pas: Hari Kamis itu malam karaoke nyanyi bareng satu ruangan[5], bikin stres hilang banget, wajib datang! Hari Rabu itu malam perjodohan, buat teman-teman yang jomblo bisa coba adu nasib di sana. 😉
- Perhatikan *minimum charge*: Di jam-jam ramai pas akhir pekan mungkin ada *minimum charge*, misalnya Jumat malam Rp1 juta per meja[8]. Sebaiknya telepon dulu sebelum ke sana buat mastiin, biar nggak kecewa.
- Datang dengan barang seperlunya: Jangan bawa banyak barang, karena tempatnya beneran sempit. Jangan pakai baju putih termahalmu juga, kecuali kamu mau baju itu jadi edisi terbatas aroma asap.
- Lepasin aja dan nikmatin: Intinya di sini itu buat Chill dan "liar". Nggak usah kaku, goyang aja ngikutin musik, toh lampunya remang-remang, nggak ada yang bisa lihat siapa-siapa. Mantap!







