







Stop asal Nongkrong di La Brisa! Ini dia minusnya si 'Raja Sunset' Canggu, dibahas tuntas
La Brisa di Canggu memang pantas dijuluki 'Raja Sunset', namun artikel ini mengupas tuntas plus minusnya. Pengunjung perlu bersiap dengan aturan masuk yang ketat, yang bisa sedikit mengurangi kenyamanan di awal. Meski begitu, semua itu akan terbayar lunas saat melihat arsitekturnya yang spektakuler. Dibangun dari kayu kapal bekas, tempat ini menawarkan pesona rumah pohon raksasa dengan nuansa bohemian yang eksotis dan tak terlupakan, menjadikannya ulasan yang seimbang bagi calon pengunjung.
Baru nyampe di depan pintu La Brisa gue langsung agak bingung, satpamnya ramah banget nyegat gue, periksa tas, dan kamera sama air mineral yang baru gue beli langsung "disuruh" titip di penitipan barang[1]... Anjay! Dalam hati udah muter bola mata sejuta kali, dateng ke Beach Club kan emang buat foto-foto sama chill, kan? Kelakuan kayak gini jujur bikin ilfeel dikit sih.
Tapi! Pas kamu ngelewatin jalan kecil itu dan seluruh tempatnya langsung kelihatan jelas, rasa kesel tadi langsung ilang ketiup angin laut. Cantik banget, beneran. Seluruh areanya kayak rumah pohon raksasa yang dibangun dari kayu-kayu kapal bekas[2], rumit tapi penuh dengan nuansa bohemian yang liar. Sekitar jam 4 sore, matahari terbenam bikin semuanya jadi keemasan, setiap sudutnya itu spot foto dewa banget, pantesan aja viral banget.
Pesennya asal-asalan, kok ternyata enak juga?
Awalnya sih nggak berharap apa-apa sama makanannya, soalnya kan kebanyakan makanan di Beach Club itu cuma buat "pelengkap suasana" aja. Eh, ternyata... lumayan juga?!
Cocktail-nya juga lumayan, ditemenin sunset yang cakep banget, rasa-rasa tipsy-nya pas banget. Mantap!
- Fish and Chips[3]: Juara banget! Daging ikannya empuk parah, kulit luarnya garing dan nggak berminyak, bener-bener di luar ekspektasi.
- Pizza[4]: Pesen yang rasa ayam kentang, standar aja sih, tapi jelas nggak eneg, buat ganjel perut oke banget.
- Hummus: Yang ini agak lucu sih, rasa Hummus-nya oke, tapi keripik pendampingnya pelit banget, gue itung paling cuma ada lima atau enam keping[3], akhirnya sisa sausnya banyak banget, canggung deh... 😅
Eits, jangan keburu muji, ini dia minusnya
Jujur aja ya, pengalaman di sini enak atau nggak, itu semua tergantung dompet dan keberuntungan lo.
- Minimum Spend: Makin bagus lokasinya, makin tinggi minimum spend-nya. Kita duduk di area sofa, berdua aja minimum spend-nya 700k-900k Rupiah[5]. Walaupun makan minum juga habis segitu, tapi perasaan "dipaksa" belanja gini tetep aja agak nyebelin.
- Rame banget: Hari kerja sore-sore aja udah kayak pasar malem[6], spot yang bagus pada dasarnya harus rebutan. Mau Nongkrong dengan tenang? Lupakan aja, sekeliling isinya suara jepretan kamera semua.
- Kolam renang yang canggung: Desain kolam renangnya sih cakep, tapi posisinya pas di tengah-tengah tempat, rasanya kayak akuarium ikan hias[7]. Berenang di bawah tatapan semua orang butuh keberanian ala anak ekstrovert sejati.
Tips dari hati, ambil aja, nggak usah makasih!
Mau ke La Brisa tapi nggak mau apes? Simpen baik-baik nih panduan anti-zonk dari gue:
- 1. Booking! Booking! Booking! Apalagi kalau weekend atau mau duduk di daybed, langsung pesen di website resminya, kalau nggak, antrenya bisa bikin kamu ragu sama hidup[8].
- 2. Datang sebelum jam 4 sore! Kalau mau dapet spot bagus buat liat sunset, harus dateng lebih awal. Kalau nggak, cuma bisa liatin punggung kepala orang dari pojokan[9].
- 3. Pikirin baik-baik pas pilih tempat duduk: Nggak semua tempat ada minimum spend-nya kok. Kalau budget terbatas atau cuma mau dateng buat minum-minum aja, bisa pilih lantai dua atau beberapa tempat duduk biasa yang nggak ada minimum spend, pemandangannya juga nggak jelek[10].
- 4. Datang dengan bawaan seperlunya: Kamera profesional, drone, air minum dan makanan dari luar, lupakan aja, semuanya bakal ditahan di pintu masuk[1]. Foto pake HP aja udah cukup.
- 5. Perhatikan sunblock: Payung di beberapa area itu cuma hiasan permanen, nggak bisa digeser sama sekali[11]. Matahari Bali itu bukan main-main, jadi perlindungan fisik dari matahari harus maksimal








