







Kata siapa nongkrong di Bali bisa seenaknya pake sendal jepit? Bar di Canggu ini yang pertama nggak terima
Lupakan sandal jepit saat mengunjungi The Shady Pig di Canggu. Bar speakeasy tersembunyi ini punya aturan ketat dan memerlukan password rahasia untuk masuk. Begitu berhasil menemukan pintu masuknya, pengunjung akan dibawa ke era 1920-an dengan suasana ala 'Peaky Blinders' yang kental. Lengkap dengan interior retro, sofa kulit, dan alunan musik jazz, tempat ini menawarkan pengalaman nongkrong yang benar-benar berbeda dan eksklusif di Bali.
Guys, siapa yang ngerti sih, lagi liburan di Bali, masa ada bar yang nolak cowok masuk gara-gara pakai sandal jepit?! Gue langsung syok dong, peraturannya lebih ketat dari club di Jakarta. Yang gue maksud itu speakeasy di Canggu yang ngumpet banget ini——The Shady Pig.
Di depan pintunya aja nggak ada papan nama sama sekali, kalau bukan karena gue nanya password hari itu di IG mereka duluan, kayaknya gue udah langsung cabut ke tempat sebelah buat nongkrong deh. Pas nemu pintu masuknya yang tersembunyi, angkat telepon buat sebutin password, begitu pintunya kebuka, rasanya beneran kayak pindah dimensi. Mantap!
Masuk ke Dunia 'Peaky Blinders'
Di dalamnya bener-bener dunia lain. Lampu yang remang-remang, sofa kulit retro, udara yang dipenuhi musik jazz dan aroma cerutu yang samar-samar, seketika ngebawa lo balik ke Birmingham tahun 20-an[1], vibes Peaky Blinders-nya dapet banget!
Bartender di sini emang jago banget, bingung milih di menu? Nggak akan kejadian. Langsung aja bilang ke dia rasa yang lo suka (misalnya asam-manis, kadar alkoholnya tinggi atau rendah), dia bisa bikinin lo minuman spesial khusus buat lo yang nggak ada di menu[2]. Gue nyobain Banana Old Fashioned[3], base-nya wiski dicampur rasa pisang, nendang banget! Tapi buat teman-teman yang nggak kuat minum, hati-hati ya, minuman ini efeknya lumayan berasa belakangan.
Eits, jangan dipuji-puji dulu, minusnya juga harus diomongin
Meskipun suasana dan minumannya top, tapi kita harus jujur juga. Harganya nggak murah, segelas cocktail rata-rata sekitar 130k-210k Rupiah[4]. Yang paling pengen gue komplain itu es batunya, gila, gede banget, es batu kotak raksasa yang hampir menuhin seluruh gelas, rasanya minumannya cuma beberapa teguk doang[5], dompet jadi agak nangis…
Dan lagi! Di dalam boleh merokok[6], buat teman-teman yang sensitif sama bau rokok, mungkin harus siap-siap mental dulu ya.
Peringatan paling penting: Gue lihat di Google ada cewek yang ninggalin review jelek soal masalah keamanan[7], meskipun gue nggak ngalamin sendiri, tapi buat para cewek yang keluar main malam-malam, ke mana pun perginya, wajib banget jaga diri dan teman-teman kalian, tetap waspada! Keamanan nomor satu!
Panduan Biar Nggak Salah Langkah, Ambil Aja Nggak Usah Makasih
Terakhir, gue kasih poin-poin pentingnya nih, buat yang mau coba, simpen baik-baik ya!
- Password Masuk: Sebelum ke sana, wajib DM Instagram mereka buat minta password hari itu, kalau nggak, nggak bisa masuk.
- Dress Code: Cowok! Cowok! Cowok! Jangan pakai sandal atau sandal jepit[8], nanti ditolak di depan pintu, nggak usah tanya gue tahu dari mana.
- Reservasi: Tempatnya nggak terlalu besar, kalau mau dapat sofa yang nyaman mending reservasi dulu, kalau nggak ya harus datang lebih awal buat rebutan tempat di bar.
- Minimum Charge: Perhatian! Setelah jam 11 malam ada minimum charge, untuk meja mulai dari 8 juta Rupiah[9], jangan sampai keasyikan main baru sadar tagihannya aneh.
- Lain-lain: Air mineral botolan nggak boleh dibawa masuk, nanti pas pemeriksaan di pintu bakal disuruh titip.






