Loading...
HeiHei adalah tempat nongkrong baru di depan kampus Binus yang dirancang khusus untuk kebutuhan mahasiswa. Meskipun tidak Instagrammable, kafe ini sangat fungsional dengan keunggulan utama berupa banyaknya colokan listrik, meja luas, dan suasana tenang yang ideal untuk mengerjakan tugas atau diskusi kelompok. Dengan kopi standar dan harga terjangkau, HeiHei menjadi 'pom bensin' praktis bagi para pejuang deadline yang lebih mementingkan fungsi dan kenyamanan daripada sekadar gaya atau pengalaman kuliner istimewa.
Setiap kali lewat deretan Ruko di Binus, rasanya selalu kayak buka *blind box*, nggak pernah tahu toko baru berikutnya itu bakal jadi kejutan atau malah zonk. 😂
Baru-baru ini gue liat ada muka baru namanya"HeiHei", namanya agak unik gitu. Jujur ya, dari luar kelihatannya biasa aja, tipe tempat yang mungkin lo lewatin 100 kali pun nggak akan sengaja mampir. Tapi demi memberantas kejahatan... eh bukan, demi jadi mata-mata buat *followers*, akhirnya gue masuk juga.
Kesan pertama pas masuk: Hmm,"ramah buat mahasiswa" banget.
Jangan harap ada dekorasi Instagrammable yang wah, di sini tuh lebih mentingin fungsi. Lampunya terang, mejanya cukup besar, dan yang paling penting—hampir setiap kursi ada colokannya! 💻 Cocok banget buat para pejuang *deadline*.
Udaranya dipenuhi sama aroma kopi yang samar-samar dan... aura perjuangan mahasiswa. 🤣 Musik latarnya nggak kenceng, jadi nggak akan ganggu lo ngobrol sama teman atau kerja pakai *headphone*. Gue pesen asal aja Iced Americano, rasanya ya... standar Iced Americano pada umumnya, cukup banget buat bikin melek, tapi kalau ngarepin rasa yang kompleks dan wow, itu sih agak berlebihan.
Setelah duduk sebentar, gue jadi ngerti kenapa ratingnya di Google itu nanggung di angka 3.8. 🤷♀️
Ini jelas bukan tempat yang perlu lo bela-belain naik taksi dari ujung ke ujung Jakarta buat didatengin. Tempat ini bukan buat foto-foto konten, bukan juga buat ngerasain kultur kopi kelas atas. Keberadaannya ya buat melayani mahasiswa Binus di sekitarnya.
Rasanya oke, harganya masuk akal, suasananya nggak berisik, plus bisa ngecas kapan aja. Buat mahasiswa yang cuma mau cari tempat Nongkrong seharian, atau diskusi kelompok sambil ngerjain tugas, ini kan yang paling dibutuhin? Anjay!
Kalau lo termasuk tipe orang di bawah ini, langsung aja gas ke sana:
Tapi kalau lo mau cari tempat buat *afternoon tea* cantik, atau mau ajak teman buat ngerasain kafe khas Jakarta, mending lo belok ke tempat lain deh. Tempat ini tuh ibarat"pom bensin" buat kita para mahasiswa, bukan"tempat wisata". Ngerti kan maksud gue? 😉
Oke, Anak Binus, mana nih tempat Nongkrong andalan kalian? Spill di kolom komentar! 👇

Penasaran dengan Warabimochi Kamakura yang viral? Artikel ini mengupas tuntas dessert asal Jepang tersebut. Sorotan utamanya adalah warabimochi klasik dengan tekstur unik seperti jeli yang lumer di mulut, disajikan dengan bubuk kedelai dan sirup gula aren. Meskipun menawarkan sensasi rasa yang kaya, ulasan ini juga mengingatkan bahwa kualitasnya mungkin tidak setara dengan toko aslinya di Jepang. Pengunjung disarankan untuk mengelola ekspektasi agar dapat menikmati pengalaman kuliner unik ini secara maksimal.

Pernah jadi favorit, pengalaman makan di Kappa Sushi kini berubah menjadi pengalaman yang mengecewakan. Artikel ini mengulas kualitas sushi buffet seharga 300 ribuan yang menurun drastis, mulai dari ikan yang berbau amis hingga nasi yang tidak konsisten. Puncaknya, pengalaman makan ini diwarnai dengan penemuan kecoa hidup di area bar. Di tengah kekecewaan tersebut, hanya milk pudding yang disebut sebagai satu-satunya menu yang masih layak dinikmati, menjadi sorotan di tengah ulasan buruk ini.

Menemukan LIT BAKEHOUSE serasa berburu harta karun, karena lokasinya yang tersembunyi di tengah riuhnya Pasar Glodok. Artikel ini mengulas pengalaman mencicipi croissant viral mereka. Meski croissant orisinalnya dinilai tak seistimewa klaimnya, varian croissant keju brie dan carrot cake-nya justru menjadi juara yang wajib dicoba. Kafe mungil bergaya industrial ini menawarkan pengalaman unik, namun perlu diingat harganya cukup tinggi, tempatnya terbatas, dan menunya tidak halal.

Meskipun tempatnya tidak direkomendasikan untuk dine-in karena sempit dan panas, Dessert by DARE ternyata menawarkan kelezatan luar biasa jika dipesan secara online. Artikel ini menyoroti pengalaman yang kontras: pengalaman makan di tempat yang kurang nyaman berbanding terbalik dengan kualitas dessert-nya yang juara. Menu andalan seperti Banoffee Pie, Korean Garlic Bread, dan Dessert Box Series menjadi primadona, menjadikannya pilihan sempurna untuk dinikmati dengan nyaman di rumah melalui layanan pesan antar.