Loading...












Temukan warung ayam panggang unik di Samarinda yang selalu tutup sejenak saat waktu sholat tiba, sebuah tradisi yang dijaga puluhan tahun. Meskipun tempatnya sederhana berupa warung tenda yang selalu ramai, menu andalannya adalah ayam bakar empuk dengan bumbu meresap. Bintang utamanya tentu saja sambal racikan spesial yang manis dan gurih. Dengan harga sangat terjangkau, tempat ini menjadi pilihan tepat untuk makan santai yang mengenyangkan bersama teman-teman, asal tidak keberatan dengan suasana yang ramai.
Nunggu sekitar 15 menitan, pas pintunya dibuka, orang-orang langsung nyerbu masuk, suasananya kayak lagi rebutan makanan di kantin kampus. Soal tempat, jangan harap kayak fine dining ya, ini tuh warung tenda yang penuh dengan suasana lokal banget, tempatnya sih luas, tapi selalu penuh sesak, cocok banget buat makan daging bareng teman-teman sambil nongkrong santai.
Penting! Buat teman-teman yang mau coba, catat tips dari gue ya:

Tigris Cafe di Samarinda memikat dengan suasana 'Bali Kecil' yang Instagramable dan menu lezat berporsi besar. Namun, artikel ini mengungkap sisi kontrasnya: pengalaman buruk akibat pelayanan yang sangat lambat, staf yang tidak ramah, hingga masalah operasional lainnya. Ulasan ini menyoroti pertaruhan antara menikmati suasana yang indah dan risiko menghadapi layanan mengecewakan yang dapat merusak momen. Pengunjung diajak mempertimbangkan apakah estetika tempat sepadan dengan perjudian pada kualitas servis yang tidak konsisten.

Jangan terkecoh dengan nama besar Magal dan promo All-You-Can-Eat yang menggiurkan. Artikel ini mengulas pengalaman makan yang mengecewakan di cabang Samarinda. Meskipun suasananya nyaman, kualitas dagingnya dinilai buruk, hambar, dan alot. Keluhan utama berpusat pada pelayanan yang sangat lambat hingga membuang waktu AYCE, serta adanya 'harga kejutan' di mana promo yang ditawarkan ternyata tidak berlaku saat pembayaran, membuat pengunjung merasa terjebak dan tidak puas dengan pengalaman bersantap mereka.

Sebuah kafe viral di Samarinda menawarkan konsep unik: tempat nongkrong di atas tempat cuci mobil dan barbershop. Dengan desain industrial yang fotogenik di setiap sudut, tempat ini memang juara untuk urusan visual. Namun, artikel ini mengulas bahwa pengalaman kuliner dan pelayanannya tidak seindah tampilannya. Kualitas makanan yang untung-untungan dan servis yang sangat lambat menjadi catatan penting bagi pengunjung yang datang mencari lebih dari sekadar spot foto yang bagus.

Mencari tempat makan untuk grup yang seleranya berbeda-beda? Mee Gebetan di Samarinda bisa jadi solusinya. Restoran ini menawarkan menu yang sangat beragam, mulai dari masakan Indonesia, Chinese food, hingga teppanyaki, sehingga cocok untuk memuaskan semua orang. Suasananya yang santai juga pas untuk nongkrong. Artikel ini menyoroti Nasi Goreng Kambing sebagai menu andalan, namun juga jujur mengulas beberapa kekurangannya seperti pelayanan yang lambat saat ramai dan area parkir yang sangat terbatas untuk mobil.