Loading...










Song Fa Bak Kut Teh di Jakarta menawarkan pengalaman menyantap sup iga babi khas Singapura yang menghangatkan. Keunikan utamanya adalah kuah kaya lada yang bisa diisi ulang sepuasnya, dipadukan dengan iga babi super empuk yang lepas dari tulang. Selain menu andalannya, jangan lewatkan Spicy Pork Belly yang disebut tak kalah juara dan bikin nagih. Dengan suasana yang nyaman, tempat ini menjadi pilihan tepat untuk menikmati comfort food bersama teman atau keluarga.

Menemukan sudut tenang ala Kyoto kini bisa dilakukan di Gading Kirana. Kafe tersembunyi ini menawarkan suasana syahdu dengan interior kayu hangat, menjadikannya tempat ideal untuk bekerja atau sekadar bersantai. Pengunjung dapat menikmati hidangan andalan seperti Chicken Karaage renyah dan Truffle Kinoko Pasta yang menggugah selera. Sebagai pelengkap, cicipi minuman khasnya yang unik, Kohicha Coffee, sebuah perpaduan rasa kopi dan teh susu yang menarik untuk dicoba.

Menemukan kafe tersembunyi di Pluit yang menjadi surga bagi para pekerja remote dan pemilik hewan peliharaan. Dengan interior luas dan suasana tenang, tempat ini ideal untuk bekerja berkat banyaknya stopkontak. Keunikan utamanya adalah kebijakan pet-friendly yang mengizinkan anak bulu masuk ke dalam ruangan, bukan hanya di area outdoor. Tak perlu khawatir soal parkir yang terbatas, karena tersedia layanan valet gratis yang praktis untuk semua pengunjung, membuat pengalaman nongkrong atau WFC semakin nyaman.

Palmers di Sunter menawarkan surga bagi para pekerja remote dengan suasana nyaman, Wi-Fi kencang, dan colokan di hampir setiap meja. Namun, pengalaman kuliner di sini sangat kontras. Di satu sisi, Roti Mochi dan Soto Mie-nya patut diacungi jempol. Di sisi lain, pengunjung perlu waspada terhadap kualitas makanan utama yang tidak konsisten, seperti insiden sate ayam mentah, serta layanan yang lambat. Kafe ini lebih cocok untuk bekerja sambil menikmati roti daripada untuk makan besar.

Monogram Bistro di Kelapa Gading menjadi spot viral berkat interiornya yang fotogenik dengan nuansa retro dan speakeasy temaram. Meskipun menu andalan seperti Nasi Iga Bakar Kirana mendapat pujian, artikel ini menyoroti beberapa kekurangan fatal. Kritik utama tertuju pada kebijakan merokok di semua area yang mengganggu kenyamanan, serta pelayanan yang lambat dan porsi makanan yang tidak sepadan dengan harga. Tempat ini lebih cocok untuk berfoto daripada menikmati pengalaman bersantap yang nyaman dan memuaskan.