Loading...






Kedai kopi ikonik dari film *Filosofi Kopi* ini menawarkan suasana industrial-retro yang estetik di Blok M. Walau kopinya terbilang standar, camilan seperti Cireng Salju justru menjadi primadona yang wajib dicoba. Namun, pengunjung harus siap dengan antrean panjang, suasana yang sangat ramai, dan ketiadaan fasilitas esensial seperti Wi-Fi dan toilet. Tempat ini lebih cocok untuk penggemar film yang ingin bernostalgia atau mampir berfoto, bukan untuk bekerja atau bersantai dalam waktu lama.
Jadi, tempat ini sebenernya worth it nggak sih buat didatengin?
β Siapa yang cocok ke sini?
β Siapa yang mending jangan ke sini?

Houm Coffee di Dharmawangsa menjadi viral berkat konsep *homey* yang unik dan interiornya yang fotogenik. Meskipun menawarkan makanan lezat seperti Singkong Goreng yang wajib coba, artikel ini mengungkap pengalaman yang campur aduk. Kopi andalannya yang dijanjikan bisa isi ulang ternyata mengecewakan, dan kenyamanan pengunjung terganggu oleh ruang yang sempit serta banyaknya lalat. Tempat ini lebih cocok untuk berfoto dan menikmati makanan ringan daripada untuk bekerja (WFC) atau mencari kopi berkualitas tinggi.

Merasakan sensasi bersantap ala bangsawan Jawa di tengah hiruk pikuk Jakarta? Plataran Dharmawangsa menawarkan pengalaman tersebut dengan suasana oase yang tenang di dalam rumah Joglo antik yang dikelilingi taman rimbun. Restoran mewah ini menonjolkan hidangan Indonesia unik seperti Bebek Kari Manggis dan Sate Lidah Sapi. Namun, artikel ini juga mengupas tuntas apakah pengalaman premium ini sepadan dengan harganya yang fantastis, yang bisa mencapai jutaan rupiah per orang, serta membahas beberapa kekurangannya.

Meskipun memiliki ulasan tinggi, restoran trendi di Jakarta ini menawarkan pengalaman yang kontras. Di satu sisi, hidangan seperti Wagyu Beef Dry Ramen dan Buffalo Cauliflower-nya disebut-sebut sebagai penyelamat suasana hati karena rasanya yang luar biasa. Namun, pengunjung perlu mempersiapkan diri untuk pelayanan yang tidak konsisten dan cenderung cuek. Suasananya yang fotogenik seringkali ramai, sehingga disarankan untuk fokus pada menu andalan dan mengabaikan drama pelayanan demi pengalaman kuliner yang memuaskan.

One Satrio hadir sebagai oase hijau di tengah hutan beton Kuningan, menawarkan pelarian dari hiruk pikuk kota. Dengan konsep ruang terbuka yang luas, tempat ini menjadi destinasi ideal untuk bersantai, piknik, atau membawa hewan peliharaan berjalan-jalan. Pengunjung dapat menikmati beragam pilihan kuliner, mulai dari croissant viral di Bakerman hingga masakan Indonesia di Noesaka. Suasananya yang santai menjadikannya pilihan tepat untuk melepas penat setelah seharian beraktivitas di Jakarta.