Loading...














Alto di Four Seasons Hotel Jakarta menawarkan pengalaman makan malam mewah dengan pemandangan kota yang memukau dari lantai 20. Suasananya yang romantis, terutama di teras outdoor, menjadikannya lokasi ideal untuk perayaan spesial seperti anniversary. Namun, artikel ini mengingatkan bahwa kualitas makanan bisa untung-untungan. Meski beberapa hidangan seperti Foie Gras Ravioli sangat direkomendasikan, menu lain berisiko mengecewakan. Pada intinya, tempat ini lebih menjual suasana dan pemandangan daripada konsistensi rasa kulinernya yang sepadan dengan harganya.
Jujur aja sih, aku udah lumayan sering makan di restoran mewah Jakarta, tapi setiap kali ada yang nanya tempat paling pas buat lamaran/ngerayain anniversary, Alto di lantai 20 Four Seasons Hotel itu selalu jadi nama yang nggak bisa dilewatin.
Pas duduk dan pesan makanan, di situlah nasib kamu diuji. Makanan di sini beneran kayak 'kucing Schrödinger', untung-untungan banget.
Sejujurnya, plus minus tempat ini tuh keliatan banget. Kalau kamu bayar buat suasananya, buat view-nya, buat ritual 'momen spesial'-nya, itu jelas worth it. Tapi kalau kamu bener-bener pecinta kuliner sejati, yang nyari harga sepadan sama rasa dan kualitas yang konsisten, pengeluaran sekitar 1 juta Rupiah per orang mungkin bakal bikin kamu ngerasa agak Anjay.
Terakhir, buat teman-teman yang mau coba ke sini, ini ada beberapa info penting:

Lupakan makan pempek di warung pinggir jalan yang panas. Pempek Kenari di Jakarta Selatan menawarkan pengalaman bersantap yang berbeda dengan suasana nyaman dan elegan layaknya kafe. Tempat ini cocok untuk kumpul bersama teman atau keluarga. Sorotan utamanya adalah pempek dengan rasa ikan yang kuat serta saus cuko yang bisa ditambah sepuasnya! Selain itu, jangan lewatkan hidangan khas Palembang lainnya seperti Mie Celor yang kental dan Tekwan yang menyegarkan untuk pengalaman kuliner yang lengkap.

Berlokasi di Urban Forest Cipete, El Profesor menawarkan pengalaman unik bersantap steak di tengah suasana hutan kota yang asri. Artikel ini mengulas dua sisi restoran besutan Chef Andrea Paresthu: surga dan nerakanya. Di satu sisi, ada hidangan juara seperti Wagyu Blade yang lumer di mulut dan Mac and Cheese super lezat. Namun, pengunjung juga perlu waspada dengan pelayanan yang tidak konsisten dan harga yang cukup tinggi, yang membuat pengalaman bersantap di sini terasa untung-untungan.

The Edge di Kemang Icon menawarkan pemandangan rooftop spektakuler dengan infinity pool yang menghadap langit Jakarta, menjadikannya spot viral sempurna untuk menikmati sunset. Meski suasananya memukau dan sangat Instagramable, artikel ini mengulas bahwa di balik keindahannya, kualitas makanan yang disajikan terasa biasa saja dan tidak sepadan dengan harganya yang tinggi. Pengalaman pengunjung juga bisa beragam karena pelayanan yang inkonsisten, sehingga disarankan untuk datang demi pemandangan, bukan untuk pengalaman kulinernya.

Menemukan gelato yang manisnya pas dan tidak bikin enek? Kios gelato di Pacific Place ini bisa jadi jawabannya. Berbeda dari gelato kebanyakan, tempat ini menawarkan rasa yang lebih otentik dan segar, cocok bagi yang tidak terlalu suka manis. Varian seperti Mango Sorbet yang murni dan Choco Roche yang pekat menjadi andalan. Bahkan cone-nya pun unik dengan rasa yang tidak terlalu manis. Meski hanya berupa kios tanpa tempat duduk, gelato ini sempurna untuk dinikmati sambil jalan atau dibawa pulang.