Loading...












Berlokasi di Cikajang, Oma Huis adalah sebuah halaman bergaya retro Eropa yang menawarkan pengalaman nongkrong unik karena ramah hewan peliharaan. *Food court* semi-terbuka ini menjadi rumah bagi beberapa tenant viral, menyajikan pilihan seperti Nasi Kuning Oma hingga burger. Dengan suasana *chill* ditemani lagu jadul dan setiap sudut yang Instagrammable, tempat ini menjadi pilihan pas untuk bersantai sore bersama teman dan anabul kesayangan, jauh dari hiruk pikuk Jakarta.
Daerah Cikajang, Jakarta Selatan, itu persaingannya ketat banget, tapi setiap kali lewat nomor 74, gue selalu penasaran sama bangunan kecil yang retro ini. Hari ini akhirnya gue masuk buat cari tahu, wah gila, begitu masuk rasanya kayak langsung teleport ke gang kecil yang nyaman di Eropa, langsung lupa sama ramenya jalanan di luar.
Di sini ada beberapa tenant yang lagi viral, bikin jadi bingung mau pilih yang mana!
Meskipun suasananya dapet banget, gue harus ngomong jujur juga nih.
Buat teman-teman yang mau ke sini, catat beberapa poin ini ya:

Meskipun terkenal dengan rasa pempeknya yang juara, artikel ini mengungkap dilema antara cinta dan benci. Kelezatan Pempek Kapal Selam dan Kulit dengan cuko yang mantap dipuji setinggi langit, menawarkan rasa ikan yang otentik. Namun, kenikmatan ini harus dibayar dengan pelayanan yang sangat tidak ramah dan suasana tempat makan yang panas.

Temukan oase ketenangan di tengah hiruk pikuk Jakarta di Rosé Deli, sebuah sudut tersembunyi di dalam St. Regis. Deli mewah ini menawarkan suasana elegan dengan interior serba pink yang cantik, cocok untuk bersantai atau pertemuan bisnis. Selain tempatnya yang fotogenik, nikmati juga hidangan berkualitas premium, mulai dari sajian utama yang lezat hingga pastry dan praline istimewa racikan chef ternama. Tempat ini adalah pilihan tepat bagi yang mencari ketenangan dan kualitas sepadan dengan harganya.

1/15 Coffee di Kemang adalah spot hits yang terkenal dengan interiornya yang sangat fotogenik, mengingatkan pada kafe-kafe di Melbourne. Dengan desain minimalis dan cahaya alami melimpah, tempat ini memang juara untuk berfoto. Namun, artikel ini mengupas sisi lain: kualitas makanan dan kopi yang tidak selalu memuaskan. Sorotan utamanya adalah pelayanan yang dingin dan kaku, serta kebijakan dapur yang tidak fleksibel terhadap pelanggan dengan alergi, membuat tempat ini lebih direkomendasikan bagi pencari estetika visual daripada pengalaman kuliner yang hangat.

Mencari makan tengah malam? Kedai Sudut Selatan buka 24 jam, namun ulasan ini menyarankan untuk berpikir dua kali. Meskipun menawarkan Mie Aceh, rasanya dinilai kurang otentik dan pelayanannya sangat mengecewakan—lambat dan tidak ramah, lengkap dengan service charge 5%. Keunikan utamanya justru pada suasana yang penuh asap rokok di seluruh ruangan ber-AC, menjadikannya surga bagi perokok namun tidak ramah bagi pengunjung lain, terutama keluarga yang membawa anak-anak.