Loading...










Houm Coffee di Dharmawangsa menjadi viral berkat konsep *homey* yang unik dan interiornya yang fotogenik. Meskipun menawarkan makanan lezat seperti Singkong Goreng yang wajib coba, artikel ini mengungkap pengalaman yang campur aduk. Kopi andalannya yang dijanjikan bisa isi ulang ternyata mengecewakan, dan kenyamanan pengunjung terganggu oleh ruang yang sempit serta banyaknya lalat. Tempat ini lebih cocok untuk berfoto dan menikmati makanan ringan daripada untuk bekerja (WFC) atau mencari kopi berkualitas tinggi.
Belakangan ini, Houm Coffee di Dharmawangsa, Jakarta Selatan, lagi nge-hits banget. Di lantai atas bisa yoga🧘♀️, di bawahnya ngopi☕️, konsep utamanya itu *Homey* alias berasa kayak di rumah, kedengerannya Chill banget, kan? Apalagi ada gimmick"Milky Coffee bisa isi ulang gratis sekali", ini langsung bikin kaum WFC kepincut. Aku juga nggak tahan, langsung bawa laptop dan cuss ke sana, dan hasilnya... Anjay! Agak susah dijelasin, deh.
Terus, yang paling ngerusak suasana itu... lalat! Serius, banyak banget lalat terbang di dalam ruangan, aku ngetik sambil harus ngibas-ngibas tangan buat ngusir lalat. Pengalamannya langsung minus banget deh.
Terakhir, buat teman-teman yang mau ke sana, aku kasih rangkuman simpelnya:
Kesimpulan: Datang buat foto-foto, makan singkong goreng, dan dessert-nya sih oke. Tapi kalau kamu mau kerja dengan nyaman atau punya standar tinggi soal kopi, masih banyak pilihan yang lebih baik di Jakarta.

Meskipun dikenal sempit dan penuh asap, ZODIAC di Senopati memiliki magnet kuat yang membuat pengunjungnya selalu kembali. Daya tarik utamanya adalah seleksi musik Techno dan House yang berkualitas, menciptakan atmosfer pesta yang santai dan non-judgmental. Bar ini juga menawarkan keunikan lewat koktail kalengan eksklusif dan sering menjadi tuan rumah bagi pop-up fashion. Dengan biaya masuk gratis, tempat ini menjadi titik kumpul gaul yang sayang untuk dilewatkan meski harga minumannya tergolong premium.

Eastern Promise di Kemang dikenal sebagai pub legendaris dengan atmosfer Inggris klasik yang kental. Tempat ini menjadi tujuan utama untuk menikmati makanan India otentik yang lezat, seperti Saag Paneer dan sup tomatnya yang juara. Namun, bersiaplah menghadapi sisi lainnya: pelayanan yang terkenal buruk dan tidak ramah, terutama pada pengunjung lokal. Dengan kualitas yang tidak menentu, pengalaman bersantap di sini terasa seperti pertaruhan antara kenikmatan kuliner dan kekecewaan pelayanan yang mungkin didapat.

Tersembunyi di kawasan Little Tokyo Blok M, Daitokyo Sakaba adalah izakaya dengan suasana otentik Jepang yang menawarkan Gyutan Don (nasi lidah sapi) terbaik di Jakarta. Lidah sapinya yang lumer di mulut menjadi daya tarik utama. Namun, bersiaplah karena seluruh area merupakan *smoking area* yang sangat berasap, sehingga tidak cocok untuk semua orang. Selain nasi lidah, sate-satean seperti kulit ayam dan perut babi juga wajib dicoba. Reservasi jauh-jauh hari sangat disarankan untuk menghindari antrean panjang.

Menawarkan pengalaman brunch mewah, Bel Étage di St. Regis memanjakan pengunjung dengan hidangan istimewa yang tak terlupakan. Artikel ini menyoroti keunggulan utamanya: surga *seafood on ice* dengan tiram segar, *foie gras* sepuasnya yang lumer di mulut, serta area dessert yang melimpah. Namun, pengalaman ini tidak sepenuhnya sempurna, dengan beberapa hidangan utama seperti steak dan pelayanan yang dinilai kurang konsisten. Ini adalah pengalaman campur aduk antara kemewahan yang memukau dan beberapa kekurangan yang perlu diperhatikan.