Loading...












Jangan terkecoh dengan suasana retro ala 70-an di Restoran Fiesta, Hotel Sari Pacific. Di balik interior klasiknya, buffet ini menyimpan primadona yang wajib dicoba: Sop Buntut legendaris dengan kuah gurih dan daging super empuk. Selain sang bintang utama, ada juga kejutan manis dari martabak dan area dessert yang tak kalah lezat. Meskipun pilihan makanan lainnya tergolong standar, pengalaman bersantap di sini menjadi unik dan sangat memuaskan berkat hidangan-hidangan juaranya.
Jujur aja, kalau bukan karena ditarik teman, mungkin baru selangkah masuk ke Restoran Fiesta di Hotel Sari Pacific ini gue udah pengen putar balik.😅
Ingat, minuman bayar lagi! Kalau mau hemat, mending makan di sini sampai kenyang, baru lanjut nongkrong buat minum-minum di tempat lain. Atau, datang ke sini demi semangkok sop buntutnya aja juga udah worth it banget

Bakerzin Plaza Senayan, yang dulu dikenal sebagai primadona, kini menawarkan pengalaman yang sangat campur aduk. Artikel ini menyoroti masalah kebersihan yang mengkhawatirkan—termasuk insiden kecoa terbang—dan pelayanan yang lambat. Meskipun beberapa hidangan utama seperti sup jamur dan pasta dinilai mengecewakan, dessert legendarisnya seperti Macaroons dan Signature Chocolate Cake tetap menjadi juara. Nasi Goreng Buntut juga menjadi pilihan aman yang konsisten di tengah kualitas yang tidak menentu, membuat kunjungan ke sini terasa seperti pertaruhan.

Imperial Shanghai di Plaza Indonesia menawarkan pengalaman makan Chinese food legendaris dengan suasana yang selalu ramai dan hangat. Meskipun terkenal dengan Xiao Long Bao, artikel ini menyarankan untuk melewatinya karena kualitasnya yang dianggap menurun. Justru, menu yang wajib dicoba adalah Lamian Sapi Pedas Sichuan yang kenyal dan kaya rasa, serta hidangan lain berporsi besar. Dengan status Halal dan harga terjangkau, restoran ini menjadi pilihan tepat untuk makan kenyang bersama teman atau keluarga di pusat kota.

Seribu Rasa menawarkan suasana menawan di sebuah vila bergaya Asia Tenggara yang fotogenik, dengan hidangan andalan seperti Ayam Panggang Sereh dan Udang Telur Asin. Namun, di balik kemewahannya, artikel ini mengulas secara jujur kekurangannya yang signifikan: harga yang tinggi, pelayanan yang tidak menentu, hingga masalah kebersihan yang serius. Restoran ini lebih direkomendasikan bagi mereka yang ingin menjamu tamu dengan mengutamakan suasana dan presentasi, bukan untuk pencari pengalaman kuliner yang sempurna dan sepadan dengan harganya.

TUKU di GBK menjadi sorotan karena antreannya yang luar biasa panjang. Lebih dari sekadar kedai kopi, tempat ini merupakan pusat nongkrong dengan *vibes* 'anak Jaksel' yang kental, lengkap dengan musik dan suasana yang hidup. Meskipun Kopi Susu Tetangga-nya menjadi primadona, artikel ini juga membahas sisi minusnya, seperti keramaian ekstrem yang membuat sulit mencari tempat duduk. Ulasan ini menimbang apakah pengalaman unik tersebut sepadan dengan perjuangan mengantre di tengah lautan manusia yang padat.