Loading...










Double Doors, bar legendaris di Jakarta Barat, kini menawarkan tiga pengalaman berbeda dalam satu gedung. Lantai pertama cocok untuk mengobrol santai, sementara lantai dua menjadi pusat keseruan dengan live music yang ramai dan energik. Ada juga area biliar tersembunyi di lantai tiga untuk suasana yang lebih privat. Artikel ini mengupas tuntas keunikan setiap lantai, kualitas minuman, serta beberapa kekurangan seperti area yang sangat berasap dan atmosfer yang telah berubah dari masa jayanya sebagai bar jazz.
Dengan segudang pertanyaan di kepala, akhirnya gue putusin buat datengin langsung tempatnya.
Tempatnya ternyata lebih besar dari yang gue bayangin, ada tiga lantai, dan setiap lantainya punya suasana yang beda banget, kayak kepribadian ganda gitu.
Yang paling bikin kaget itu lantai tiga, ternyata ada meja biliar tersembunyi. Kalau di lantai dua terlalu berisik, lo bisa naik ke sini bareng teman buat main beberapa ronde, ganti suasana.
Oke, setelah muji-muji, sekarang waktunya ngeluh.
Suasana di tempat ini emang... susah dijelasin. Nggak heran kalau fans lamanya bilang tempat ini"udah beda". Ini bukan lagi bar Chill yang murni buat dengerin musik, sekarang lebih komersial dan banyak interaksi sosial yang ada maunya. Om-om bule di meja sebelah gue ngobrolnya panas banget sama cewek Lokal, ya ngerti sendiri lah ya maksudnya.
Terakhir, buat teman-teman yang mau Nongkrong di sini, gue kasih poin-poin pentingnya:

Merasa Gong Cha semakin mahal? Artikel ini mengulas pengalaman menikmati minuman populer tersebut, mulai dari menu *seasonal* Pistachio Milk Tea yang mahal hingga beberapa keluhan layanan. Namun, sorotan utamanya adalah berbagai trik hemat yang dibagikan. Temukan cara mendapatkan promo Beli 1 Gratis 1, *cashback* pembayaran, dan yang paling istimewa: cara mengklaim satu minuman gratis di hari ulang tahun Anda hanya dengan menunjukkan kartu identitas yang berlaku.

Temukan surga tersembunyi bagi para pencinta musik di lantai dua sebuah bangunan di area Puri Kembangan, Jakarta Barat. Bar ini menawarkan suasana retro-modern yang intim dan santai, serasa berada di ruang tamu seorang musisi. Dengan seleksi musik alternatif dari DJ yang memukau, serta signature cocktail dan hidangan lezat seperti Creamy Truffle Rice Bowl, tempat ini menjadi destinasi wajib bagi mereka yang mencari suasana nongkrong baru yang jauh dari kesan formal dan membosankan.

Mencari spot nongkrong ala Korea di PIK? Kafe bertema beruang ini menawarkan suasana yang sangat Instagrammable dengan dekorasi yang menggemaskan. Menu andalannya, Tiramisu Croffle, wajib dicoba karena rasanya yang lezat dan seimbang. Namun, perlu diingat bahwa tempatnya sangat kecil dan seringkali penuh sesak, sehingga kurang ideal untuk kumpul ramai-ramai. Kafe ini lebih cocok untuk kunjungan singkat atau kencan berdua sambil menikmati dessert dan berfoto di luar jam sibuk.

Genbu di PIK menjadi viral berkat Kurobuta Tonkatsu premiumnya yang berharga fantastis. Restoran ini menyajikan daging babi hitam Kagoshima dengan kualitas istimewa: tebal, empuk, dan sangat juicy. Namun, pengalaman bersantap ini memiliki beberapa catatan, mulai dari lapisan tepung yang kurang renyah, waktu tunggu yang bisa mencapai satu jam, hingga harganya yang selangit. Artikel ini juga membagikan tips agar pengunjung bisa menikmati kelezatan dagingnya tanpa harus menguras dompet, salah satunya dengan memilih paket makan siang.