Loading...










Meskipun memiliki rating Google yang tinggi, artikel ini mengulas pengalaman makan yang mengecewakan di sebuah restoran AYCE K-BBQ di Palembang. Alih-alih menikmati sajian daging melimpah, pengunjung justru dihadapkan pada kenyataan pahit: stasiun makanan yang sering kosong, waktu tunggu isi ulang yang sangat lama, dan suasana panas tanpa AC yang memadai. Dengan harga terjangkau, pengalaman makan di sini lebih terasa seperti perjuangan yang melelahkan daripada sebuah kenikmatan, sangat kontras dengan citra promosinya di media sosial.
Guys, dengerin saran gue deh! Kalau di Palembang nemu tempat AYCE Korean BBQ ini yang rating Google-nya 4.7, jangan sampai ketipu sama rating tingginya! Gue nih yang jadi kelinci percobaan buat kalian, dan hasilnya hampir 'kena mental' di dalem saking apesnya... 🫠

Fore Coffee menawarkan pengalaman yang serba kontras bagi pengunjungnya. Di satu sisi, artikel ini memuji cita rasa kopi andalannya, Butterscotch Sea Salt Latte, yang dianggap sangat nikmat dan sepadan. Namun di sisi lain, ulasan ini menyoroti pengalaman yang kurang menyenangkan, mulai dari suasana gerai yang sangat ramai dan berisik hingga pelayanan yang dianggap tidak jujur. Keluhan utama berpusat pada staf yang diduga menghindari promo dan adanya biaya tambahan yang tidak diinformasikan sebelumnya.

Penasaran mengapa Pagi Sore pusat di Palembang begitu legendaris? Berdiri sejak 1973, restoran ini menyajikan cita rasa Padang yang lebih otentik melalui metode 'hidang' yang spektakuler, di mana puluhan lauk langsung tersaji di meja. Sorotan utamanya adalah rendang dengan bumbu kaya rempah dan aneka olahan ayam istimewa, dari ayam pop super lembut hingga ayam bakar wangi. Temukan alasan mengapa rasa di pusatnya ini dianggap tidak terkalahkan dan jauh lebih mantap dibandingkan cabang lainnya.

Délice Cafe di Palembang menawarkan surga visual bagi para pencari spot foto Instagrammable dengan dekorasi serba pink yang menawan. Namun, di balik estetikanya, pengunjung harus bersiap menghadapi waktu tunggu pesanan yang sangat lama, bisa mencapai dua jam, serta pelayanan yang kurang responsif. Kualitas makanan utamanya pun tidak konsisten, meskipun beberapa menu seperti dessert dan Beef Sasami patut dicoba. Tempat ini lebih cocok bagi yang sabar dan memprioritaskan konten visual daripada pengalaman kuliner yang memuaskan.

Mencari tempat nongkrong murah di Palembang? Kafe kontainer dekat kampus IGM ini bisa jadi pilihan. Dengan harga yang sangat ramah di kantong, tempat ini menawarkan suasana santai yang bikin betah untuk kumpul bersama teman. Cicipi Kopi Gula Aren atau Es Teller-nya yang menyegarkan. Satu hal unik, jangan kaget jika lampu tiba-tiba padam, itu adalah cara ‘halus’ mereka untuk memberitahu waktu tutup. Pilihan pas untuk bersantai tanpa menguras dompet, meski kopinya bukan untuk para ahli.