Loading...










Sebuah kafe bergaya Jepang di Lampung menawarkan suasana oase yang rindang dengan area outdoor luas, serta makanan lezat berharga terjangkau. Namun, di balik rating Google yang tinggi, artikel ini mengungkap sisi lain yang kontras: pelayanan yang sangat mengecewakan dan membuat emosi. Ulasan ini mengupas tuntas pengalaman *love-hate* tersebut, memberikan gambaran jujur dan tips penting bagi siapa pun yang berencana berkunjung agar tidak salah ekspektasi saat datang ke tempat nongkrong yang unik ini.
Lagi scroll, eh nemu kafe gaya Jepang ini di Bandar Lampung. Dari fotonya kelihatan rimbun banget, kayak oase di tengah kota. Langsung deh tertarik dan cus ke sana. Hasilnya… gimana ya bilangnya, mood gue jadi kayak naik roller coaster🎢, pengalamannya campur aduk banget!
Dari mulai pesan sampai bayar, mas-mas pelayannya pasang muka jutek banget kayak lagi nagih utang. Dipanggil-panggil baru dateng, itu pun males-malesan. Mukanya kayak mau bilang "jangan deket-deket gue". Rasanya gue bukan dateng buat jajan, tapi kayak mau nagih utang... Gue baca di internet ada yang nunggu pesanannya hampir sejam baru dateng, dan pihak kafenya nggak ada minta maaf sama sekali. Cuma bisa bilang, untung gue nggak ngalamin, kalau iya, bisa meledak di tempat gue.
Terakhir, buat teman-teman yang mau ke sini, gue kasih beberapa tips jujur:
Jadi, pertanyaannya adalah: demi suasana dan makanan kayak gini, kalian tahan nggak sama pelayanan yang begitu? Yuk, ngobrol di kolom komentar!👇

Tersembunyi di sebuah gang sempit Bandar Lampung, RM. UDA adalah warung makan legendaris yang menjadi andalan para mahasiswa. Meskipun tempatnya sederhana, warung ini selalu ramai berkat porsi 'kuli' yang mengenyangkan. Menu juaranya adalah Tempe Bohay, tempe goreng berukuran jumbo yang dicelup ke dalam kuah gulai kental nan kaya rasa. Dengan harga super ramah di kantong mulai dari 18 ribuan, tempat ini menjadi bukti bahwa makanan lezat tak harus mahal.

Koat Coffee di Lampung menawarkan pengalaman yang sangat kontras antara siang dan malam. Hindari datang pada siang hari karena desain kacanya membuat ruangan terasa sangat panas. Namun, suasana berubah total saat malam tiba, menjadikannya tempat nongkrong yang luas dan asyik, lengkap dengan live music. Kafe ini juga menjadi favorit untuk bekerja karena fasilitas Wi-Fi yang stabil dan banyak colokan. Meski begitu, kualitas makanannya tidak menentu, sehingga disarankan untuk memilih menu yang sudah terbukti aman.

Mencari makan hemat dan otentik di Bandar Lampung? Rumah Makan JILBAB menawarkan konsep prasmanan dengan pilihan lauk masakan rumahan yang melimpah. Dengan harga terjangkau sekitar 40 ribuan, pengunjung bisa puas memilih hidangan, termasuk menu uniknya yaitu Rendang Jengkol. Suasananya yang ramai dan cocok untuk makan siang ini juga disertai tips penting: pengunjung disarankan untuk selalu teliti memeriksa bon pembayaran untuk menghindari potensi kesalahan harga, memastikan pengalaman makan tetap menyenangkan dan sesuai kantong.

Mencari tempat nongkrong hemat di Lampung? Nuju Coffee menawarkan promo menarik setiap tanggal 17 hingga 23, di mana semua minuman hanya seharga Rp10.000. Meskipun harganya sangat terjangkau, kafe ini punya suasana yang nyaman, estetik, dan sejuk dengan Wi-Fi kencang, cocok untuk nugas atau bersantai. Jangan lewatkan kesempatan untuk mencicipi Butterscotch Coffee andalan mereka yang lembut dan nikmat saat berkunjung ke sini.