Loading...












Hanamasa, restoran buffet yang lekat dengan kenangan masa kecil, apakah masih sepadan untuk dikunjungi? Artikel ini mengupas pengalaman makan yang ternyata campur aduk. Di satu sisi, suasananya luas dan nyaman, dengan tempura renyah yang menjadi primadona. Namun, kualitas daging dan pelayanan yang naik-turun membuat pengalaman ini jadi untung-untungan. Ulasan jujur ini akan membantu Anda menimbang antara nostalgia dan realita sebelum memutuskan untuk kembali berkunjung, lengkap dengan tips agar tidak kecewa.
Tapi jujur aja, kunjungan kali ini bikin perasaanku jadi campur aduk… 🤔
Yang namanya filter nostalgia itu, kadang-kadang bisa hancur berkeping-keping. Hanamasa ini mungkin masih sama seperti yang ada di ingatanmu, atau mungkin juga sudah enggak lagi.
Ini aku kasih beberapa tips dari hati, kalau mau ke sana, catat ya:

Meskipun terkenal dengan rasa pempeknya yang juara, artikel ini mengungkap dilema antara cinta dan benci. Kelezatan Pempek Kapal Selam dan Kulit dengan cuko yang mantap dipuji setinggi langit, menawarkan rasa ikan yang otentik. Namun, kenikmatan ini harus dibayar dengan pelayanan yang sangat tidak ramah dan suasana tempat makan yang panas.

Pison, kafe hits asal Bali yang kini hadir di Jakarta, menawarkan pengalaman yang campur aduk. Kopi alpukatnya yang legendaris memang juara dan wajib dicoba. Namun, pengunjung perlu bersiap dengan kualitas makanan yang tidak konsisten, layaknya membuka *blind box*, serta pelayanan yang terkadang kurang memuaskan. Dengan suasana yang selalu ramai dan harga yang cukup tinggi, tempat ini lebih pas untuk menikmati kopi spesialnya daripada mencari pengalaman makan yang sempurna di tengah hiruk pikuk Senopati.

Temukan kafe bertema putri raja yang setiap sudutnya dipenuhi bunga dan dekorasi cantik, sempurna untuk berfoto. Suasananya yang memukau menjadi daya tarik utama, meski kualitas makanan dan minuman dianggap biasa saja untuk harganya. Namun, beberapa menu seperti Bomboloni berukuran besar dan Nasi Goreng justru mendapat pujian. Dengan budget sekitar 150 ribu per orang, tempat ini lebih menawarkan pengalaman visual yang memanjakan mata daripada sebuah petualangan kuliner yang luar biasa.

Futago Ya di Blok M adalah tempat makan viral yang terkenal dengan antreannya yang panjang, namun memiliki ruang yang sangat sempit dan tidak cocok untuk nongkrong. Meskipun Creamy Miso Udon menjadi menu yang populer, rasanya dianggap *overhyped* dan cenderung membuat enek. Justru, Brisket Don menjadi penyelamat dengan daging empuk dan bumbu yang meresap sempurna. Jika ingin mencoba, disarankan untuk datang di luar jam sibuk dan langsung memesan menu nasi yang dinilai jauh lebih memuaskan.