Loading...






Penasaran dengan wajah baru Holywings? Artikel ini mengulas HW Livehouse PIK (kini Gold Dragon) yang menawarkan pengalaman campur aduk. Tempat ini menjadi pilihan seru untuk menikmati minuman sambil ditemani live music yang memukau. Namun, pengunjung perlu bersiap dengan volume suara yang sangat kencang dan ruangan yang dipenuhi asap rokok. Meskipun beberapa camilan seperti Sate Babi dan Singkong Gorengnya lezat, kualitas makanan utamanya dianggap kurang konsisten, menjadikannya lebih cocok untuk hiburan malam daripada wisata kuliner.
Guys yang di Jakarta, pasti ngerti deh, sejak Holywings rombak besar-besaran dan ganti nama jadi Dragon, Tiger, Phoenix, dan lain-lain, hati gue jadi bertanya-tanya. Nah, akhir pekan kemarin gue sama teman-teman pergi ke HW Livehouse di PIK (sekarang namanya Gold Dragon), dan gimana ya bilangnya, perasaan gue kayak naik roller coaster🎢… Begitu masuk, gue hampir aja langsung K.O. gara-gara suara speaker yang super kenceng dan kepulan asap rokok. Anjay! Ini vibe-nya sengaja mau bikin gue mati di tempat apa gimana?
✅ Siapa yang cocok ke sini?
❌ Siapa yang mendingan cabut?
Tips dari gue biar nggak nyesel:
Gitu aja deh, pokoknya ini pengalaman yang plus minusnya keliatan jelas banget. Kalian pernah ke sini juga? Yuk, ngobrol di kolom komentar

Berlokasi di Glodok, Pantjoran Tea House menawarkan pengalaman unik di dalam bangunan bersejarah yang terasa seperti kapsul waktu. Pengunjung dapat menikmati ritual teh kungfu otentik dan hidangan khas seperti Kailan 2 Musim. Meskipun suasananya sangat menawan, artikel ini juga mengulas secara jujur mengenai pelayanan yang kurang memuaskan dan harga yang cukup tinggi.

Bagi para pekerja WFC yang mencari ketenangan di Jakarta Barat, +62 Coffee & Space di Tanjung Duren menawarkan solusi unik: sebuah kafe tanpa musik latar. Suasananya yang sunyi menjadikannya surga untuk fokus bekerja atau belajar. Selain tempatnya yang luas dengan desain industrial yang nyaman, kafe ini juga terkenal dengan menu andalannya yang wajib dicoba, yaitu Pandan Latte. Tempat ini adalah pilihan tepat untuk konsentrasi tinggi, meski perlu bersiap karena seringkali ramai pengunjung.

Fogo menawarkan pengalaman bersantap *all-you-can-eat* Brazilian BBQ dengan harga yang sangat terjangkau. Meskipun konsep penyajian daging dari tusukan besar cukup menarik, kualitas dagingnya seringkali tidak konsisten dan cenderung alot. Namun, ada penyelamat tak terduga: nanas panggang dengan kayu manis yang menjadi primadona. Restoran ini cocok bagi yang mencari makan daging sepuasnya dengan budget terbatas, tetapi perlu waspada terhadap layanan yang lambat saat jam ramai dan kualitas yang sepadan dengan harganya.

The Pancake Co. menawarkan interior mewah bernuansa emas yang sangat Instagramable, cocok untuk foto-foto cantik. Namun, pengalaman bersantap di sini ternyata naik turun. Menu andalannya, Soufflé Pancake, disebut sebagai penyelamat dengan tekstur *fluffy* yang lumer di mulut. Sebaliknya, menu lain dan makanan utamanya justru mengecewakan. Ditambah harga yang cukup tinggi dan servis yang lambat, tempat ini lebih cocok untuk yang ingin nongkrong santai sambil menikmati pancake andalannya saja.