Loading...












Membantah anggapan Kalimantan hanya soal hutan, restoran legendaris di Samarinda ini menyajikan kuliner yang tak terlupakan. Menu andalannya, Kepiting Asap, hadir dengan presentasi unik dalam bungkusan aluminium foil. Keistimewaannya terletak pada bumbu kental kaya rempah yang rasanya disebut mirip Rendang, menciptakan sensasi baru menyantap seafood. Pengalaman bersantap semakin lengkap dengan lebih dari enam jenis sambal gratis yang bisa dinikmati sepuasnya, menjadikannya destinasi wajib bagi para pencari rasa autentik dan unik.
Setiap kali ada temen-temen yang nanya ke gue di Kalimantan bisa ngapain aja, gue suka bingung mau jawab apa. Selain hirup udara segar dan liat orangutan, kayaknya nggak ada lagi yang bisa direkomendasiin... Sampai akhirnya, demi tempat ini, gue sengaja terbang ke Samarinda.
Ini dia bintang utamanya! Pas pelayannya bawa bungkusan aluminium foil yang gembung ke meja, temen-temen gue yang ikut langsung kaget. Anjay! Niat banget penyajiannya! Begitu dibuka, aroma rempah dan santan yang kental langsung meledak, air liur langsung netes gak karuan.
OK, setelah puji-pujian, sekarang kita ngomongin yang jujur-jujuran. Buat nikmatin kepiting ini, ada harga yang harus dibayar juga.
Pertama, soal harga. Harganya di Samarinda itu udah masuk level "sultan" lah. Kita berdua pesen beberapa menu aja, totalnya hampir 1 juta Rupiah, dompet emang agak nangis sih. Tapi jujur aja, mengingat ukuran dan kualitas kepitingnya, menurut gue sih masih sepadan sama harganya.
Terakhir, ini gue kasih rangkuman tipsnya, ambil aja, nggak usah makasih!
✍️ Tips Biar Nggak Nyesel:
👍 Poin Plus:

Di Samarinda, ada sebuah warung sederhana yang menjadi surga bagi pencinta karbohidrat. Meskipun tempatnya selalu ramai dan panas, tempat ini menyajikan Coto Makassar dengan kuah kental otentik dan Sop Konro yang super empuk. Keunikan utamanya adalah pengunjung bisa menambah ketupat sepuasnya! Dengan harga sangat terjangkau di bawah 20 ribu Rupiah, warung ini menawarkan pengalaman kuliner yang memuaskan dan ramah di kantong, cocok bagi yang mencari cita rasa asli dengan bujet hemat.

Restoran Indonesia di Samarinda ini menawarkan pengalaman makan dengan interior mewah dan pemandangan Jembatan Mahakam yang menawan. Menu andalannya, Nasi Kendil, menjadi sorotan utama karena porsinya yang super besar dan cita rasa rempahnya yang kaya. Suasananya yang privat menjadikannya pilihan tepat untuk kencan atau makan keluarga. Namun, pengunjung perlu waspada dengan potensi AC yang kurang dingin dan waktu penyajian makanan yang cenderung lama, sehingga kurang cocok jika datang dalam keadaan sangat lapar.

Temukan sebuah warung Jawa tersembunyi di Samarinda yang menyajikan cita rasa otentik khas Jogja. Jangan lewatkan menu andalannya, Ayam Bacem Bakar, yang super empuk dengan perpaduan manis gurih, serta Gudeg yang rasanya seperti pulang kampung. Tempat sederhana ini adalah permata lokal sejati, menawarkan porsi besar dengan harga terjangkau. Bukti pamungkasnya? Konon, Sultan Jogja sendiri pernah mampir untuk bersantap di sini, menjadikannya tempat yang wajib dikunjungi bagi para pencari kuliner otentik.

My Kopi O! di Samarinda menjadi perbincangan karena menawarkan *vibe* yang sangat memikat, lengkap dengan dekorasi berkelas dan *live music* setiap malam yang membuat suasana jadi super asyik. Namun, di balik atmosfernya yang juara, artikel ini menyoroti kualitas makanan dan pelayanan yang seringkali untung-untungan. Pengalaman bersantap di sini diibaratkan seperti membuka *blind box*: bisa sangat memuaskan dengan menu andalan, atau justru mengecewakan. Tempat ini cocok bagi yang mencari suasana, bukan kesempurnaan kuliner.