Loading...










Meski menyandang gelar "Asia's 50 Best", PANTJA di Senopati ternyata menawarkan pengalaman yang campur aduk. Tempat ini punya suasana retro Amerika yang keren dengan jajaran cocktail berkualitas juara, sangat pas untuk bersantai. Namun, bersiaplah karena kualitas makanannya bisa jadi untung-untungan, dari yang sangat lezat hingga mengecewakan. Artikel ini mengulas jujur kelebihan dan kekurangan PANTJA, terutama soal harga premium yang terasa kurang sepadan dengan pelayanannya, agar pengunjung bisa mengatur ekspektasi sebelum datang.
Tapi, kekurangannya juga kelihatan jelas. AC-nya beneran kurang dingin, pas lagi asyik makan jadi agak gerah🥵, terus bau asap dari dapur kadang-kadang kecium, jadi kurang nyaman buat orang yang hidungnya sensitif.
Tapi makanannya… tergantung hoki banget. Ada makanan yang enaknya sampai Anjay, ada juga yang bikin kecewa.
Terakhir, gue rangkumin beberapa tips buat teman-teman yang mau ke sana, langsung pake aja, nggak usah makasih!

Amigos adalah bar Meksiko legendaris di Kemang yang telah meramaikan Jakarta sejak 1979. Lupakan dekorasi Instagramable, tempat ini menawarkan suasana retro Texas-Meksiko yang otentik dan semarak, terutama saat malam live music atau Salsa Night. Sambil menikmati Fajitas dan Tacos andalannya, pengunjung diajak bernostalgia. Namun, perlu diingat bahwa harganya cukup tinggi dan seluruh area merupakan zona merokok, sehingga mungkin kurang cocok untuk semua kalangan.

Penasaran kenapa Bakerman selalu ramai hingga antre panjang? Sebagai pelopor tren croffle di Jakarta, aneka pastry-nya memang juara. Artikel ini menyoroti kelezatan Triple Cheese Croissant dan Egg Tart-nya yang wajib dicoba. Namun, ulasan ini juga memberi peringatan penting: hindari memesan main course dan kopi yang dianggap mengecewakan. Intinya, Bakerman adalah surga bagi pencinta roti, namun disarankan untuk melewatkan menu makanan beratnya agar kunjungan Anda tidak berakhir zonk.

Eastern Promise di Kemang dikenal sebagai pub legendaris dengan atmosfer Inggris klasik yang kental. Tempat ini menjadi tujuan utama untuk menikmati makanan India otentik yang lezat, seperti Saag Paneer dan sup tomatnya yang juara. Namun, bersiaplah menghadapi sisi lainnya: pelayanan yang terkenal buruk dan tidak ramah, terutama pada pengunjung lokal. Dengan kualitas yang tidak menentu, pengalaman bersantap di sini terasa seperti pertaruhan antara kenikmatan kuliner dan kekecewaan pelayanan yang mungkin didapat.

Lupakan kopi sejenak, karena di Tebet ada surga cokelat lokal bernama Korté. Toko ini menawarkan pengalaman unik di mana pengunjung bisa mencicipi semua 27 varian rasa secara gratis! Sorotan utamanya adalah kreasi khas Indonesia seperti Tempe Praline dan Rujak Mangga, serta rasa seru 'Fireworks' yang meletup di mulut. Dengan kualitas premium yang tak kalah dari brand impor dan pelayanan ramah, Korté membuktikan bahwa cokelat lokal adalah pilihan yang patut diperhitungkan.