Loading...








Meskipun viral dan fotogenik, ulasan ini mengungkap pengalaman mengecewakan di Café Kitsuné Jakarta. Suasananya dinilai tidak nyaman karena seluruh area indoor dipenuhi asap rokok, tanpa pemisahan yang jelas. Selain itu, kualitas makanan seperti Kitsune Burger dan Matcha Latte dianggap tidak sepadan dengan harganya yang tinggi dan porsinya yang kecil. Artikel ini menyimpulkan bahwa kafe ini mungkin hanya cocok bagi mereka yang mencari spot foto, bukan untuk pengalaman kuliner yang memuaskan atau suasana yang nyaman.
Guys, belakangan ini seliweran terus nggak sih si rubah kecil dari Jakarta ini di medsos kalian? Aku juga! Sampe nekat nerobos macetnya SCBD pas jam pulang kantor ke Ashta, cuma buat liat seberapa Mantap sih Café Kitsuné yang lagi viral di seluruh dunia ini.
Di depan pintunya emang cakep sih, banyak banget cowok cewek keren foto-foto, vibe-nya dapet banget. Waktu itu aku masih mikir, wah worth it juga dateng ke sini… sampai aku duduk, dan ceritanya jadi beda. Anjay!
Desain interiornya emang bagus, gaya khas Jepang-Prancis gitu, cocok banget buat foto-foto. Tapi! Aku harus bilang dengan tegas, kalau kamu nggak merokok, atau bawa anak, lari! 🏃♀️
OK, suasananya nggak oke, seenggaknya makanannya enak kan? Aku naif banget.
Oke, ngomelnya udah, sekarang info pentingnya. Jadi, siapa aja sih yang boleh dateng?
✅ Cocok buat:
❌ Sangat tidak disarankan buat:
Tips wajib dibaca sebelum dateng:

Bistecca di SCBD menawarkan suasana steakhouse Amerika klasik yang mewah dan privat, menjadikannya pilihan populer untuk perayaan spesial. Namun, artikel ini memberikan ulasan jujur mengenai pengalaman yang bisa jadi "untung-untungan". Meskipun hidangan pembuka seperti Caesar salad dan octopus-nya sangat direkomendasikan, menu andalan steak Florentine-nya memiliki kualitas yang tidak konsisten. Ulasan ini menjadi panduan penting bagi pengunjung agar dapat menikmati kemewahannya tanpa merasa kecewa, lengkap dengan tips praktis soal reservasi hingga pilihan menu yang lebih aman.

Temukan sebuah hotel tersembunyi di Kuningan yang menawarkan desain industrial minimalis dan sangat Instagrammable. Selain kamar yang nyaman, daya tarik utamanya adalah restoran rooftop dengan pemandangan kota dan menu andalan Chicken Cordon Bleu yang wajib dicoba. Namun, di balik estetikanya yang menawan, artikel ini juga mengupas tuntas kekurangannya, mulai dari masalah kedap suara yang buruk hingga isu keamanan yang cukup serius. Pilihan tepat bagi yang memprioritaskan desain, namun dengan beberapa catatan penting.

Gandaria City di Jakarta Selatan dikenal sebagai destinasi nongkrong yang menawarkan pengalaman lengkap, mulai dari belanja, kuliner beragam, hingga instalasi seni unik yang tersebar di berbagai sudut. Namun, di balik keunggulannya, mal ini memiliki layout membingungkan bak labirin dan sangat minim area duduk untuk beristirahat. Hal ini menjadikannya tempat yang seru untuk dijelajahi bersama teman, namun bisa sangat melelahkan bagi sebagian pengunjung, terutama yang datang bersama keluarga atau lansia.

Modernhaus di Senopati adalah bar eksklusif dengan aturan ketat yang wajib diketahui sebelum berkunjung. Di balik keharusan reservasi jauh-jauh hari dan *dress code* sepatu tertutup, tempat ini menawarkan desain *mid-century modern* menawan yang pernah memenangkan penghargaan. Nikmati suasana *house party* yang santai sambil mencoba *cocktail* andalan seperti Kenanga. Namun, pengunjung harus siap dengan batasan waktu duduk yang hanya dua jam, sebuah kompromi untuk merasakan pengalaman nongkrong di salah satu bar paling bergengsi di Jakarta.