Loading...






Monolog di Plaza Senayan tetap menjadi tempat nongkrong legendaris dengan kopi berkualitas juara yang wajib dicoba, terutama Flat White dan aneka pastry-nya. Namun, artikel ini mengulas bahwa pengalaman menikmati hidangan beratnya justru kurang memuaskan dan tidak sepadan dengan harganya. Suasananya yang bisa menjadi sangat ramai dan beberapa kekurangan lain membuat pengunjung perlu strategi khusus. Kunci untuk menikmati Monolog adalah dengan fokus pada kopi dan camilannya, serta memilih waktu kunjungan yang tepat.
Yang udah lama gaul di Jakarta, siapa sih yang belum pernah mampir ke Monolog? Kafe legendaris di Plaza Senayan ini, udah kayak rumah kedua buat para pebisnis dan anak muda gaul. Mau itu buat meeting pagi, ketemu klien, atau Nongkrong bareng temen pas weekend, kayaknya tempat ini selalu jadi pilihan utama.
Tapi belakangan ini, gue sering denger orang ngeluh katanya Monolog udah berubah. Hari ini, gue sebagai editor turun langsung nih, buat ngebuktiin, kafe hits lama ini sebenernya masih oke atau udah nggak lagi! 🧐
Langsung ke kesimpulan ya: Kopinya masih dewa. 👍
Suasananya masih sama, gaya industrial modern yang udah kita kenal. Vibe buat Work From Cafe sambil meluk laptop sih dapet banget. Tapi! Begitu rame, langsung auto jadi pasar, mejanya dempet-dempetan banget, sampe obrolan bisnis ratusan juta di meja sebelah aja kedengeran jelas banget. 😅
Justru karena suka, makanya banyak komplainnya. Walaupun gue udah ngomel-ngomel panjang lebar, tapi buat gue Monolog tetep jadi tempat yang love-hate relationship gitu. Nih, gue rangkumin buat kalian 'cara nongkrong yang bener' di sini, ambil aja, nggak usah bilang makasih!

Temukan sebuah lounge tersembunyi di Jakarta dengan pintu masuk tak terduga di parkiran basement hotel. Di balik penampilannya yang sederhana, terdapat interior mewah namun nyaman dengan sofa beludru dan iringan live music. Tempat ini bukan sekadar bar biasa, karena menyajikan hidangan lezat yang mengejutkan seperti Crispy Pork Belly dan Squid Ink Tagliolini. Suasananya yang intim menjadikannya pilihan tepat untuk kencan romantis atau bersantai bersama teman, jauh dari keramaian.

Pernah membayangkan rasa jamu Tolak Angin menjadi es krim? Sebuah kedai gelato di Jakarta berani mewujudkannya! Tempat ini menjadi viral karena menyajikan rasa-rasa unik yang tak terduga, seperti Tolak Angin Gelato yang segar herbal dan Rujak Aceh Gelato dengan sensasi pedas manis. Dengan interior retro yang nyaman dan cocok untuk berfoto, kedai ini menawarkan pengalaman kuliner unik bagi para pencari rasa baru. Meski porsinya terbilang kecil, kelezatan gelato aneh ini dijamin membuat penasaran dan patut dicoba.

B.A.T.S. adalah bar legendaris yang tersembunyi di basement Hotel Shangri-La Jakarta, menawarkan suasana unik ala bunker bawah tanah Amerika dengan live music sebagai daya tarik utamanya. Artikel ini mengupas sisi pro dan kontra tempat ini, mulai dari harganya yang sangat mahal hingga reputasinya sebagai "surga berburu" bagi ekspatriat dan warga lokal. Deskripsi ini cocok bagi pembaca yang ingin tahu apakah suasana "liar" dan energik di B.A.T.S. sepadan dengan harganya yang selangit.

Penasaran dengan DORÉ by LeTAO? Gerai ini terkenal dengan Fromage Cheesecake-nya yang super lembut dan lumer di mulut, disebut sebagai salah satu yang terbaik. Namun, artikel ini juga mengulas sisi lainnya: harga premium, ukuran kue yang kecil, dan konsep gerai yang hanya untuk takeaway. Pembaca juga akan menemukan tips penting, seperti menanyakan apakah kue dalam keadaan beku saat dibeli, untuk menimbang apakah kelezatan kue ini sepadan dengan harganya sebelum mencoba.