Loading...












Le Quartier di Jakarta Selatan menawarkan suasana *fine dining* Prancis yang cantik dan cocok untuk berfoto, namun pengalaman kulinernya bisa jadi untung-untungan. Dengan harga sekitar 850 ribu per orang, kualitas hidangannya tidak konsisten; steak andalannya bisa mengecewakan, sementara pasta dan roti gratisnya justru mendapat pujian tinggi. Restoran ini lebih direkomendasikan bagi mereka yang memprioritaskan suasana dan ambience daripada jaminan rasa makanan yang stabil, di mana hidangan terbaiknya justru bisa datang dari sesuatu yang tak terduga.
Jadi, sebenernya worth it nggak sih buat ke sini? Saran gue, kalau lo ngejar suasana makan yang super oke dan buat foto-foto, boleh lah dateng. Tapi kalau tujuan utama lo adalah buat nikmatin makanannya, mending turunin ekspektasi lo, atau ikutin tips pesenan dari gue:

Warung Turki di Kemang menawarkan pengalaman Timur Tengah yang imersif, bukan sekadar tempat makan. Dengan suasana Ottoman yang kental, lounge rooftop nyaman untuk bersantai sambil menikmati shisha, dan pertunjukan tari perut yang meriah di malam hari, tempat ini lebih menjual suasana. Meskipun hidangan kambingnya juara, beberapa menu seperti hummus dianggap mahal untuk porsinya. Ini adalah pilihan tepat untuk nongkrong seru bersama teman, namun kurang cocok jika tujuan utamanya adalah makan besar.

Bagi para penggila cokelat, `betterchocolatethannever` di Panglima Polim adalah surga tersembunyi. Dengan interior minimalis yang tenang, tempat ini menawarkan pengalaman menikmati cokelat premium yang istimewa. Jangan lewatkan es krim cokelatnya yang super kental dan Shiopan gurih yang selalu ludes terjual. Sesuai judulnya, kualitas rasanya yang seimbang antara manis dan pahit siap 'merusak' standar seleramu terhadap cokelat biasa. Tempat ini cocok untuk bersantai atau bekerja sambil menikmati hidangan penutup berkualitas.

The Moon Bar di Hotel Monopoli menawarkan pemandangan rooftop yang Instagrammable dengan kolam renang menawan. Namun, di balik visualnya yang memukau, ulasan ini mengungkap pengalaman yang kurang memuaskan. Sorotan utamanya adalah jebakan sofa dengan minimum charge 5 juta, pelayanan yang kurang sigap, dan suasana yang terlalu ramai saat akhir pekan. Tempat ini lebih cocok untuk menikmati minuman sambil memandangi kota, namun disarankan untuk waspada terhadap harga dan kualitas makanan yang tidak sepadan dengan ekspektasi.

Menepis anggapan mahal, sebuah warung teppanyaki tersembunyi di Senopati menawarkan pengalaman makan unik di ruangannya yang hanya berkapasitas 8 kursi. Menu andalannya, Saikoro Beef Teppanyaki, wajib dicoba karena sensasi rasa creamy yang khas dan aroma mentega yang kuat. Dagingnya super empuk dengan porsi yang sangat mengenyangkan. Meskipun tempatnya kecil dan panas, kelezatan hidangan ini dianggap sepadan dengan perjuangannya, menjadikannya pilihan menarik di kawasan premium ini.