Loading...






FOOGU Bar, yang dikenal dengan suasana speakeasy retro elegan, kini menuai ulasan beragam. Meskipun tempatnya tetap menarik untuk berfoto dan signature cocktail seperti Rosé Cocktail masih menjadi andalan, pengalaman pengunjung terasa tak sekonsisten dulu. Artikel ini menyoroti kualitas cocktail klasik yang dianggap menurun, musik yang terlalu bising, dan ruangan penuh asap. Dengan harga premium dan aturan yang ketat, ulasan ini mempertanyakan apakah FOOGU Bar masih sepadan untuk dikunjungi di tengah inkonsistensi yang ada.
Jujur ya, setiap kali ada teman datang ke Jakarta dan nanya rekomendasi Speakeasy, FOOGU Bar itu dulu selalu masuk daftar yang gue rekomendasiin tanpa mikir. Gimana nggak, kan di bawah Ismaya Group, rating di Google 4.8, kedengerannya sih nggak mungkin salah. Tapi pas gue ke sana lagi baru-baru ini, rasanya ada yang aneh deh... Apa ekspektasi gue aja yang ketinggian ya? 🤔

Berlokasi di M Bloc, Suwe Ora Jamu menawarkan pengalaman nongkrong unik dengan interior nostalgia ala rumah nenek yang fotogenik. Tempat ini menyajikan jamu tradisional dalam kemasan modern yang cocok untuk pemula, meski mungkin kurang nendang bagi pecinta jamu sejati. Uniknya, hidangan seperti Mie Godok dan Cireng justru menjadi primadona. Namun, pengunjung perlu bersiap dengan suasana yang agak panas, banyak nyamuk, dan musik kencang yang kurang ideal untuk mengobrol santai atau bekerja.

Meskipun Magal terkenal dengan rasa daging panggangnya, ulasan untuk cabang Pondok Indah ini mengungkap pengalaman yang campur aduk. Di satu sisi, beberapa hidangan seperti Samgyeopsal dan Japchae memang juara dan lezat. Namun, semua itu dibayangi oleh pelayanan yang sangat lambat, staf yang kewalahan, dan suasana yang pengap. Artikel ini membedah mana makanan yang patut dicoba dan mana yang tidak, serta memberikan tips agar tidak kecewa, termasuk saran pamungkas untuk mengunjungi cabang lain saja.

Bukanagara Coffee di SCBD viral sebagai "oase" berkat interiornya yang hijau dan estetis, serasa berada di film Ghibli. Namun, di balik tampilannya yang fotogenik, artikel ini mengungkap realita yang tak seindah ekspektasi. Pengunjung mungkin akan mendapati ruangan yang panas dan pengap, serta kualitas kopi yang tidak konsisten layaknya membuka *blind box*. Beberapa menu seperti manual brew dipuji, namun menu lain bisa terasa encer dan mengecewakan, menjadikannya lebih cocok sebagai spot foto daripada tempat bersantai.

Di tengah parkiran SCBD, terdapat sebuah bar *speakeasy* tersembunyi yang menjadi surga bagi mereka yang anti asap rokok. Dengan suasana intim dan nyaman, tempat ini menawarkan udara bersih dan volume musik yang pas untuk mengobrol. Menu koktailnya yang unik dan terus berganti menjadi daya tarik utama, dengan minuman andalan seperti Queen Pistacia yang wajib dicoba. Bar mungil ini adalah pilihan tepat untuk menikmati minuman berkualitas tanpa gangguan asap rokok yang menyengat.