Loading...








Meskipun memiliki rating Google 4.8, artikel ini mengulas pengalaman makan yang mengecewakan di sebuah restoran hotel di Samarinda. Sorotan utamanya adalah waktu tunggu pesanan yang sangat lama hingga dua jam dan kualitas makanan yang di bawah ekspektasi, seperti disajikannya kerak nasi dan soto yang tidak panas. Dengan banyaknya menu yang tidak tersedia, tempat ini dinilai lebih cocok untuk bersantai atau mengikuti acara komunitas daripada untuk pengalaman kuliner yang memuaskan, terutama bagi mereka yang sedang lapar.
Lagi di Samarinda, baru mendarat langsung check-in di Ibis, males banget keluar jadi mikir ya udah makan seadanya aja di restoran hotel. Iseng buka Google Map, wih! Rating 4.8, lebih dari 700 ulasan, dalam hati mikir, "Masa iya sih bakal zonk?" Ternyata... Anjay, makan kali ini bener-bener ngasih gue pelajaran, bikin gue paham banget apa artinya "makin tinggi ekspektasi, makin besar kekecewaannya".
Terus, dimulailah penantian yang panjang... ⏳
Buat teman-teman yang mau ke sana atau lagi nginep di Ibis, ini ada sedikit tips:

Meskipun tanpa AC dan penuh asap rokok, Warung Kopi Pelabuhan di Samarinda tetap menjadi legenda sejak 1970. Daya tarik utamanya terletak pada pengalaman otentik yang ditawarkan. Tempat ini adalah "ruang tamu kota" bagi warga lokal, yang terkenal dengan Kopi Susu beraroma arang yang khas dan Roti Bakar Srikaya buatan sendiri. Suasananya yang sederhana dan ramai justru menjadi keunikan yang membuat pengunjung terus kembali untuk menikmati kombinasi klasik yang tak lekang oleh waktu.

Sebuah kafe viral di Samarinda menawarkan konsep unik: tempat nongkrong di atas tempat cuci mobil dan barbershop. Dengan desain industrial yang fotogenik di setiap sudut, tempat ini memang juara untuk urusan visual. Namun, artikel ini mengulas bahwa pengalaman kuliner dan pelayanannya tidak seindah tampilannya. Kualitas makanan yang untung-untungan dan servis yang sangat lambat menjadi catatan penting bagi pengunjung yang datang mencari lebih dari sekadar spot foto yang bagus.

Tersembunyi di dalam sebuah vihara di Samarinda, Fortunate Coffee menawarkan pengalaman bersantap vegetarian yang unik dengan pemandangan kota dari atas bukit. Kafe ini berhasil mematahkan stigma makanan vegetarian yang membosankan, terutama dengan menu andalannya, sate vegetarian, yang memiliki cita rasa dan aroma sangat mirip daging asli. Dilengkapi suasana tenang dan camilan lezat seperti jamur krispi, tempat ini menjadi pilihan ideal untuk bersantai atau berkumpul bersama teman, baik bagi vegetarian maupun pecinta daging yang penasaran.

Frozento Cafe adalah tempat nongkrong viral di Samarinda dengan konsep unik. Kafe ini memanjakan mata dengan interior ala Bali yang Instagrammable di setiap sudutnya, menjadikannya surga bagi para pencari foto. Keunggulan utamanya adalah es krim homemade yang lembut dan lezat yang wajib dicoba. Namun, pengunjung disarankan untuk fokus pada menu dessert saja, karena makanan utamanya dinilai mengecewakan. Tempat ini adalah pilihan sempurna untuk menikmati hidangan penutup manis sambil bersantai, tapi bukan untuk makan besar.