Loading...






Mula Medan adalah kafe viral yang menjadi surga bagi para pencinta dessert. Dengan interior serba putih yang estetik, tempat ini sangat cocok untuk berfoto. Menu andalannya adalah hidangan penutup, terutama Brûlée Burnt Cheesecake yang disebut sebagai juara. Namun, perlu diingat bahwa makanan utamanya dinilai kurang memuaskan, sehingga kafe ini lebih pas untuk nongkrong sore sambil menikmati dessert lezat daripada untuk mencari makan berat hingga kenyang.
Langsung ke intinya aja ya: Buat para pencinta dessert, wajib banget ke sini!
Buat teman-teman yang mau mampir, aku udah siapin "panduan anti-zonk" nih👇
✅ Yang Wajib Dicoba:
⚠️ Yang Perlu Dihindari:

Mencari tempat kerja yang nyaman di Medan? me& Wahid bisa jadi pilihan. Kafe ini menawarkan suasana minimalis yang tenang dengan banyak cahaya alami, ideal untuk fokus. Fasilitasnya sangat mendukung para *digital nomad*, dengan colokan listrik melimpah di hampir setiap sudut. Meskipun harga kopinya premium, keunikan utamanya adalah pengunjung boleh membawa makanan dari luar. Ini adalah solusi cerdas untuk nongkrong atau bekerja seharian tanpa boros sambil menikmati kopi berkualitas.

Garden Deli di Medan memikat dengan fasad gaya Eropa dan interior retronya yang super fotogenik, menjadikannya surga bagi para pencari konten. Setiap sudutnya dirancang dengan estetika menawan yang akan mempercantik feed Instagram. Namun, keindahan visual ini sayangnya tidak diimbangi oleh kualitas makanan yang dianggap hambar dan mahal. Artikel ini juga menyoroti pelayanan yang kurang memuaskan, menyarankan pengunjung untuk datang demi foto, bukan untuk pengalaman kuliner yang memuaskan, serta waspada terhadap biaya tambahan yang tak terduga.

RM. Kembang Rasa di Medan menawarkan tempat yang sangat luas dan estetik, menjadikannya surga bagi para pencari spot foto Instagramable. Suasananya yang nyaman sangat cocok untuk nongkrong santai. Namun, di balik keindahannya, pengunjung perlu bersabar ekstra karena pelayanannya yang sangat lambat dan porsi makanannya yang terbilang kecil. Kualitas rasa makanannya pun tidak konsisten, sehingga tempat ini lebih direkomendasikan untuk bersantai dan berfoto daripada untuk pengalaman kuliner yang memuaskan, terutama saat sedang lapar.

Artikel ini mengulas pengalaman makan di Nelayan, sebuah restoran legendaris di Medan yang ternyata tidak sesuai ekspektasi. Alih-alih bernostalgia, pengunjung justru dihadapkan pada suasana yang ramai dan pengap, pelayanan yang agresif, serta kualitas makanan yang mengecewakan dengan harga mahal. Di antara berbagai hidangan yang kurang memuaskan, seperti dimsum berminyak dan pancake durian beku, justru nasi goreng seafood yang sederhana menjadi satu-satunya hidangan penyelamat. Pengalaman ini mempertanyakan apakah reputasi legendarisnya masih relevan saat ini.