Loading...












OLIFANT, kafe hits di Semarang, menawarkan pengalaman yang kontras. Tempat ini memukau dengan interior super estetik, langit-langit tinggi, dan nuansa kayu hangat yang sangat fotogenik. Namun, keindahan visualnya berbanding terbalik dengan pelayanannya yang terkenal sangat lambat. Meskipun beberapa hidangan seperti Pasta Truffle dan Es Teler Cake patut dicoba, kafe ini lebih cocok untuk nongkrong santai dan berfoto, bukan untuk mereka yang sedang lapar atau terburu-buru mencari tempat makan.
Guys, aku baru aja dari OLIFANT di Semarang yang lagi viral banget itu, dan perasaanku agak campur aduk… 😅 Di Google ratingnya 4.6, di IG fotonya cakep-cakep banget, ekspektasiku udah tinggi banget, eh ternyata nunggu lebih dari sejam, hampir aja ngira aku masuk ke semacam tempat buat ngerasain slow living.
Begitu masuk langsung takjub, estetikanya tuh aku banget! Langit-langitnya tinggi ditambah jendela kaca yang besar-besar, cahaya matahari masuk bikin suasana jadi hangat, nyaman banget. Seluruh ruangannya punya nuansa kayu yang hangat, terus dipaduin sama sedikit dekorasi dengan sentuhan etnik, setiap sudutnya cakep banget buat foto, pantesan aja disebut “kafe hits”. Yang suka foto-foto pasti nggak akan kecewa kalau ke sini.
Soal makanan nih, bisa dibilang ada yang bikin seneng, ada juga yang bikin kaget. Pertama, aku mau puji dulu yang bikin aku ngerasa nggak sia-sia datang ke sini:
Gini ya, secakep apa pun tempatnya, nggak akan ketolong kalau pengalamannya nyebelin. Kecepatan layanan di tempat ini beneran 'cobaan' terbesar yang aku alamin tahun ini.
Intinya sih, kafe ini tuh kayak siswa yang nilainya jomplang, plus minusnya kelihatan banget. Biar kalian nggak ngalamin hal yang sama kayak aku, aku sampai begadang nyiapin panduan jujur ini, buruan simpen!
Jadi, kalau kamu tanya aku worth it nggak buat ke sini? Kalau kamu orangnya cukup Chill, dan datang murni cuma buat nikmatin dessert-nya yang enak banget dan suasananya yang super cantik, ya boleh-boleh aja. Kalau nggak, Semarang masih punya banyak pilihan lain yang menantimu

Terletak di tepi danau BSB City Semarang, restoran ini menawarkan pemandangan matahari terbenam yang spektakuler dengan harga yang sangat ramah di kantong. Tempat ini menjadi lokasi ideal untuk nongkrong santai sambil menikmati suasana danau yang menenangkan. Namun, jangan berekspektasi tinggi pada kualitas makanannya yang terbilang standar. Pengunjung disarankan datang untuk "membeli" pemandangan, bukan untuk pengalaman kuliner istimewa, serta bersiap menghadapi keramaian dan pelayanan yang lambat saat akhir pekan.

Lentera Eatery menjadi spot idaman para pekerja WFC di Semarang berkat desainnya yang minimalis, estetik, dan punya banyak colokan. Suasananya yang tenang dan statusnya yang ramah hewan peliharaan menjadi nilai tambah. Namun, waspadalah dengan "jebakan"-nya: meski pastry-nya dipuji setinggi langit, kualitas makanan utamanya cenderung untung-untungan dengan harga ala Jakarta. Untuk pengalaman terbaik, manfaatkan promo Happy Hour atau cukup nikmati kopi ditemani croissant-nya yang istimewa.

Mencari tempat WFC atau bersantai dengan pemandangan memukau di Semarang? Ideologist Coffee And Social Space di puncak Gombel adalah jawabannya. Kafe ini menjual pemandangan kota yang spektakuler sebagai daya tarik utamanya, terutama saat matahari terbenam. Didukung WiFi kencang dan banyak colokan, tempat ini menjadi pilihan ideal untuk bekerja. Meskipun rasa makanan dan minumannya dianggap standar, suasana yang nyaman dan pemandangan tak ternilai membuat kafe ini sangat layak untuk dikunjungi.

Tersembunyi di sebuah gang sempit Semarang, Jahe Rempah Mbah Jo adalah warung jadul yang menjadi spot nongkrong favorit anak muda. Tempat ini menawarkan minuman jahe rempah autentik yang diracik dari bahan-bahan asli, bukan bubuk instan, memberikan sensasi hangat yang khas. Dengan suasana merakyat yang selalu ramai dan harga sangat terjangkau, kedai ini menjadi pilihan unik untuk menghangatkan badan. Namun, bersiaplah untuk berdesakan karena tempatnya yang sempit dan hampir selalu penuh sesak.