Loading...










Temukan sebuah oase tenang yang tersembunyi di tengah keramaian Pacific Place. Tempat ini adalah surga bagi para pencinta teh, menawarkan suasana elegan dan pengalaman unik di mana pengunjung dapat mencium aroma teh dari toples kecil sebelum memesan. Kualitas tehnya yang premium menjadi daya tarik utama. Namun, artikel ini memberikan peringatan keras: nikmati tehnya, tetapi hindari memesan makanan atau kopi yang kualitasnya sangat mengecewakan. Tempat ini sempurna untuk mencari ketenangan, bukan untuk berburu kuliner.
TAPI! Guys, dengerin gue ya, kalau ke sini, mending nikmatin tehnya aja. Jangan pernah berharap apa-apa sama makanannya!
Buat yang cuma mau cari tempat tenang buat baca buku, ngobrolin urusan penting, atau emang pencinta teh sejati, ini tempat yang pas banget buat kamu.
Just order tea! Jangan pesen kopi, jangan pesen makanan berat, jangan pesen paket afternoon tea! Percaya deh sama gue, kamu bakal berterima kasih.
Spot deket jendela cahayanya paling bagus, cocok banget buat fotoin set teh sama warna tehnya, hasilnya dijamin cakep. Sarannya sih pakai baju yang simpel dan elegan, biar nyambung sama suasananya.
Lokasinya di Galeries Lafayette lantai satu, Pacific Place. Kalau nggak nemu, tanya aja ke staf di area baju cewek, mereka semua tahu kok"markas rahasia" ini.

Di balik kontainer hitam tersembunyi di area Blok M, terdapat sebuah restoran Jepang dengan interior mewah yang kontras. Tempat ini menawarkan pengalaman unik dengan menu andalan sate bakar arang (yakitori) dan sashimi segar berkualitas premium. Meskipun kualitas makanannya dipuji, bersiaplah untuk merogoh kocek dalam karena harganya yang sangat tinggi—bahkan semangkuk nasi bisa mencapai 80 ribu rupiah. Porsinya yang kecil lebih cocok untuk menikmati cita rasa otentik daripada untuk makan hingga kenyang.

Futago Ya di Blok M adalah tempat makan viral yang terkenal dengan antreannya yang panjang, namun memiliki ruang yang sangat sempit dan tidak cocok untuk nongkrong. Meskipun Creamy Miso Udon menjadi menu yang populer, rasanya dianggap *overhyped* dan cenderung membuat enek. Justru, Brisket Don menjadi penyelamat dengan daging empuk dan bumbu yang meresap sempurna. Jika ingin mencoba, disarankan untuk datang di luar jam sibuk dan langsung memesan menu nasi yang dinilai jauh lebih memuaskan.

Loewy, bistro legendaris di Jakarta, menawarkan pengalaman yang berbeda tergantung waktu kunjungan. Nikmati suasana bistro New York yang klasik dan santai untuk brunch atau saat happy hour sore hari. Namun, bersiaplah dengan musik yang sangat kencang dan area merokok yang luas saat makan malam tiba. Artikel ini mengulas kualitas makanan yang tak menentu dan harga yang cukup tinggi, membantu Anda memutuskan apakah tempat ini masih layak dikunjungi atau hanya sekadar nostalgia belaka.

Kedai kopi ikonik dari film *Filosofi Kopi* ini menawarkan suasana industrial-retro yang estetik di Blok M. Walau kopinya terbilang standar, camilan seperti Cireng Salju justru menjadi primadona yang wajib dicoba. Namun, pengunjung harus siap dengan antrean panjang, suasana yang sangat ramai, dan ketiadaan fasilitas esensial seperti Wi-Fi dan toilet. Tempat ini lebih cocok untuk penggemar film yang ingin bernostalgia atau mampir berfoto, bukan untuk bekerja atau bersantai dalam waktu lama.