Loading...










Dimsum Babura adalah destinasi kuliner legendaris di Medan yang menjadi favorit banyak orang sejak lama. Restoran non-halal ini terkenal dengan menu andalan yang wajib dicoba, seperti Leng Hong Kien dan Samcan Goreng yang renyah. Meskipun rasanya otentik, popularitasnya membawa tantangan tersendiri: antrean panjang dan pelayanan yang kewalahan saat jam sibuk. Artikel ini membagikan strategi jitu untuk menikmati dim sum lezat ini tanpa drama, mulai dari memilih waktu yang tepat hingga tips praktis lainnya.
Setiap kali pulang ke Medan, rasanya ada yang manggil-manggil di DNA gue buat datang ke Dimsum Babura ini. Tempat ini buat gue udah jadi sinonimnya rasa khas Medan, yang gue makan dari kecil sampai gede. Tapi jujur aja, pas pulang kali ini, gue hampir nyerah lihat lautan manusia di depan pintunya… Suasana pas makan siang di akhir pekan cuma bisa digambarin kayak 'pesta rakyat', rame banget, rasanya semua orang se-Medan datang ke sini buat Nongkrong. 😅
Buat yang baru pertama kali ke sini dan bingung mau pesan apa, dengerin gue, pesan aja menu di bawah ini, dijamin nggak bakal salah pilih:
Walaupun enak, kekurangannya juga harus gue kasih tahu, biar kalian nggak kena zonk.
Pertama, harganya nggak murah. Untuk ukuran Medan, pengeluaran per orang di sini tergolong lumayan tinggi. Meskipun menurut gue *worth it*, tapi buat teman-teman yang baru pertama kali ke sana, mending siapin mental ya, jangan kaget lihat tagihannya.
Mau makan enak tanpa drama? Catat nih beberapa tips dari gue, guys!
Oke deh, nggak usah bawel lagi, yang mau ke sana, buruan *save* postingan ini

Penasaran dengan bakmi lokal Medan yang viral berkat rating Google 4.7? Tempat ini menawarkan pengalaman makan yang heboh, selalu ramai, dan penuh antrean panjang. Dikenal karena harganya yang sangat terjangkau, keunikan utamanya justru terletak pada level pedasnya yang seperti 'kotak misteri'—penuh kejutan dan bisa sangat pedas! Meskipun antreannya menantang dan pedasnya tak terduga, rasanya yang lezat membuat pengalaman kuliner lokal yang otentik ini sepadan untuk dicoba bagi para pencari petualangan rasa.

Martabak Yurich digadang-gadang sebagai martabak nomor satu di Medan, dengan keunggulan pada adonannya yang super lembut dan dapurnya yang sangat higienis. Namun, kualitasnya bisa jadi untung-untungan. Rasa Spekulos menjadi juaranya dan wajib coba, sementara rasa andalan Black Orchis terkadang kurang konsisten isiannya. Meski harganya tergolong premium dan hanya melayani takeaway, artikel ini juga membagikan tips jitu untuk memilih rasa hingga cara unik menyantapnya agar tidak kecewa.

Kilat Kuphi Medan menawarkan konsep food court raksasa yang unik, ideal untuk kumpul bareng teman berkat pilihan menunya yang beragam dan parkir luas. Menu andalannya, Indomie Bangladesh, menjadi primadona yang wajib dicoba karena rasanya yang khas dan mantap. Namun, pengunjung perlu waspada dengan kualitas menu lain yang tidak konsisten dan pelayanan super lambat saat jam sibuk. Area outdoor yang dipenuhi asap rokok juga menjadi catatan penting bagi pengunjung yang mencari suasana santai dan bebas asap.

Jawara di Medan menawarkan pengalaman yang sangat kontradiktif, layaknya surga dan neraka. Tempat ini memukau dengan interior megah bergaya rumah bangsawan retro yang sangat fotogenik. Beberapa produknya, seperti brownies dan roti keju cranberry, menjadi favorit banyak orang. Namun, pengunjung perlu bersiap menghadapi pelayanan yang kurang ramah, antrean panjang, dan potensi kesalahan harga di kasir. Tempat ini adalah perpaduan antara keindahan visual dengan pelayanan yang menantang kesabaran, sehingga perlu pertimbangan sebelum berkunjung.