Loading...














Bakerman di PIK menjadi viral berkat menunya yang kreatif, seperti Croissant Mie Ayam yang unik, dan suasana modern yang cocok untuk berkumpul. Namun, di balik popularitasnya, artikel ini mengulas sisi lain dari Bakerman: kualitas makanan yang tidak konsisten serta pelayanan yang sering dikeluhkan lambat dan kurang memuaskan. Tempat ini menawarkan pengalaman kuliner yang seru sekaligus untung-untungan, menuntut kesabaran ekstra dari para pengunjungnya yang ingin mencoba hidangan inovatif mereka.
Setiap kali ke Central Market di PIK, rasanya setengah pengunjungnya itu dateng buat Bakerman, depannya selalu antre, rame banget pokoknya. 🤷♀️
Jujur ya, suasana tempatnya emang oke banget, modern dan luas, ada live music juga, cocok banget buat Nongkrong rame-rame sama teman-teman. Bahkan kemasan buat takeaway pastry-nya aja pakai desain holografik yang keren gitu, detailnya niat banget.
Kita mulai dari makanan yang bikin gue ngerasa worth it dateng ke sini!
Oke, sesi pujiannya udah selesai, sekarang gue mau ngomong blak-blakan.
Jadi, sebenernya worth it nggak sih ke sini? Nih, gue rangkumin buat kalian, guys:
✅ Kapan waktu yang pas buat ke sini?
❌ Sebaiknya jangan ke sini kalau:
Kesimpulannya, ini tuh tempat yang kelebihan dan kekurangannya sama-sama nonjol banget. Makanannya ada yang bikin takjub, tapi pelayanan dan quality control-nya nggak bisa ditebak. Kalau lo dateng dengan niat buat coba-coba hal aneh dan udah siap mental buat 'sabar sama pelayanan dan pasrah sama hoki', ya boleh lah dicoba. Kalau nggak, di Jakarta kan banyak banget tempat makan enak, ngapain juga ke sini buat makan ati?

Coffee Dia di Jakarta Barat menarik perhatian dengan suasana ala Korea dan halaman rumputnya yang luas, menjadikannya lokasi ideal untuk berfoto. Namun, di balik tampilannya yang Instagrammable, kafe ini memiliki beberapa kekurangan. Pengunjung perlu bersiap dengan harga yang cukup tinggi untuk porsi kecil, serta kualitas rasa kopi dan kue yang dianggap standar. Dengan fasilitas seperti WiFi yang kurang stabil, tempat ini lebih cocok untuk nongkrong santai dan berfoto daripada untuk bekerja atau mencari pengalaman kuliner yang memuaskan.

Double Doors, bar legendaris di Jakarta Barat, kini menawarkan tiga pengalaman berbeda dalam satu gedung. Lantai pertama cocok untuk mengobrol santai, sementara lantai dua menjadi pusat keseruan dengan live music yang ramai dan energik. Ada juga area biliar tersembunyi di lantai tiga untuk suasana yang lebih privat. Artikel ini mengupas tuntas keunikan setiap lantai, kualitas minuman, serta beberapa kekurangan seperti area yang sangat berasap dan atmosfer yang telah berubah dari masa jayanya sebagai bar jazz.

Mencari tempat makan yang akan membuat orang tua terkesan? Sun City Glodok menawarkan pengalaman bersantap di dalam 'kastil' super megah dengan interior berkilauan layaknya kasino. Restoran ini dikenal sebagai salah satu tempat dimsum legendaris di Jakarta, dengan menu andalan seperti hakau dan babi panggang renyah. Meski harganya tergolong premium dan kualitasnya terkadang kurang konsisten, suasananya yang mewah menjadikannya pilihan tepat untuk jamuan keluarga besar atau acara spesial yang tak terlupakan.

Mencari tempat sarapan dengan pemandangan indah sekaligus area merokok yang nyaman di Grogol? Asoka Restaurant di lantai 23 Hotel Aston Kartika bisa jadi solusinya. Restoran ini menawarkan panorama kota yang luas dari jendela besarnya, menciptakan suasana santai di pagi hari. Keunikan utamanya adalah area merokok khusus yang proper, bukan sekadar formalitas. Meskipun menunya adalah buffet hotel standar, suasana tenang dan pemandangan memukau menjadikannya pilihan tepat untuk bersantai atau meeting di kawasan Jakarta Barat.