Loading...






Mencari suasana malam yang santai di Ubud? Watercress menawarkan pengalaman berbeda dengan suasana bar yang nyaman dan tropis. Tempat ini menjadi pilihan tepat untuk bersantai sambil menikmati alunan live music yang tidak terlalu bising, sehingga obrolan tetap lancar. Sorotan utamanya adalah hidangan Western berkualitas, seperti Slow-cooked Lamb Shoulder yang empuk dan Beef Burger yang juicy. Suasana semi-terbuka yang rileks menjadikannya tempat nongkrong yang sempurna setelah seharian menjelajahi Ubud.
Baru aja keluar dari keramaian jalan Monkey Forest Ubud, awalnya cuma mau cari tempat Nongkrong buat istirahat sebentar, eh, malah langsung kepincut sama alunan gitar dan nyanyian yang nyaman banget... Pas nengok ke atas, ternyata Watercress ini, jodoh banget deh!
Awalnya sih nggak terlalu berharap banyak sama Western food di pinggir jalan yang viral ini, eh, ternyata... enak banget!
Nih, udah aku rangkumin buat kalian, tinggal contek aja:

Restoran di Ubud ini menawarkan lebih dari sekadar Bebek Goreng yang terkenal. Daya tarik utamanya justru pemandangan sawah yang menakjubkan, lengkap dengan gazebo privat untuk bersantai. Sambil menikmati suasana, pengunjung bisa mencicipi Bebek Crispy yang garing dan menutupnya dengan Es Podeng yang menyegarkan. Meskipun harganya cukup tinggi dan ada beberapa catatan mengenai kebersihan, pengalaman bersantap di tengah hamparan padi ini tetap menjadi sorotan utama bagi banyak pengunjung yang mencari ketenangan.

Tropical Restaurant di Ubud populer berkat rating Google yang tinggi dan suasana tropisnya yang hidup dengan alunan live music, menjadikannya tempat yang ideal untuk bersantai. Namun, di balik atmosfernya yang memikat, porsi makanannya dinilai sangat kecil dan tidak sepadan dengan harganya. Pengunjung juga perlu mewaspadai adanya tambahan pajak dan biaya layanan yang signifikan pada tagihan akhir. Restoran ini lebih direkomendasikan untuk menikmati suasana dan minuman daripada mencari pengalaman kuliner yang mengenyangkan dan bernilai.

Restoran iga babi viral di Ubud ini terkenal dengan antreannya yang panjang, namun artikel ini mengulasnya dengan kritis. Meskipun populer, kualitas iga panggangnya ternyata tidak konsisten—terkadang empuk dan lezat, di lain waktu bisa terasa kering. Keunikan utamanya adalah klaim penggunaan panggangan api kayu yang diragukan, karena terlihat seperti panggangan listrik. Dengan pelayanan yang sangat ramah tetapi ada biaya tambahan tersembunyi, tempat ini lebih cocok bagi yang mencari suasana ramai daripada pengalaman kuliner otentik.

Jangan tertipu oleh bagian depannya yang sederhana, karena Nasi Ayam Kedewatan Ibu Mangku menyembunyikan suasana rumah tradisional Bali yang asri dan luas di dalamnya. Restoran di Ubud ini menyajikan nasi ayam otentik dengan lauk komplet dan sambal pedas yang nampol. Meskipun rasanya juara, perlu diketahui bahwa hidangan cenderung disajikan dalam keadaan hangat atau dingin, bukan panas. Ini adalah destinasi unik untuk merasakan kuliner lokal dengan segala plus minusnya yang khas.