Loading...










Penasaran dengan buffet La Brasserie di Le Méridien Jakarta yang ulasannya terbelah? Artikel ini mengupas tuntas pengalaman bersantap di sana. Temukan mengapa hidangan Indonesianya, terutama sop buntut, dan jajaran dessert-nya yang melimpah mendapat pujian setinggi langit. Namun, ulasan ini juga membongkar sisi minusnya, mulai dari kualitas beberapa hidangan yang biasa saja hingga biaya minuman tersembunyi yang mengejutkan. Sebuah panduan jujur yang menyoroti kelebihan dan kekurangan agar kunjungan Anda lebih maksimal.
Ini nih yang bikin gue penasaran! Jadi kali ini, gue putusin buat buktiin sendiri, beneran semantap itu atau nggak.
Begitu masuk, langsung kerasa deh vibe hotel bintang lima klasik-nya. Suasananya emang elegan, cocok buat meeting bisnis atau bawa keluarga, ambience-nya sih oke. Tapi kan kita ke sini buat makan, jadi makanan tetap yang utama!
Gue langsung menuju ke stall yang paling nunjukkin kualitas masakan Indonesia, dan jujur aja, makanan Indonesia di sini emang juara.
👍 Yang Wajib Masuk Daftar Top:
👎 Yang Kurang Oke Juga Harus Dikasih Tahu:
Buat teman-teman yang mau chill di sana, ini ada beberapa saran dari hati:
Jadi, menurut kalian tempat ini worth it nggak? Yang udah pernah coba, yuk ngobrol di kolom komentar!👇

Terletak di sebuah bangunan kolonial yang megah, Bungarampai menawarkan suasana fine dining yang mewah dan sangat fotogenik, ideal untuk acara-acara spesial. Artikel ini mengulas pengalaman yang campur aduk: meski penyajian hidangan Indonesianya artistik, rasanya dinilai standar dan tidak sepadan dengan harganya yang sangat mahal. Pengunjung juga diperingatkan tentang potensi harga yang berbeda pada menu bahasa Inggris, menyoroti bahwa tempat ini lebih mengutamakan suasana dan presentasi daripada cita rasa otentik.

Lab Otto di Citywalk Sudirman menawarkan pengalaman bersantap Italia yang kontroversial dan tak terduga. Restoran ini menjadi viral karena Carbonara-nya yang diklaim otentik, namun kualitasnya seringkali untung-untungan. Di tengah inkonsistensi rasa dan pelayanan yang kerap dikeluhkan, Tiramisu klasik mereka hadir sebagai penyelamat yang wajib dicoba. Tempat ini cocok bagi pencari rasa otentik yang siap dengan pengalaman makan yang bisa jadi sangat lezat atau justru mengecewakan, layaknya membuka sebuah *blind box*.

Kafe di Cikini ini adalah surga bagi para pencari nostalgia dengan dekorasi mainan 80-90an dan menu kreatif seperti Putu Latte serta Brisket Tongseng. Suasananya yang tenang di siang hari sangat cocok untuk bekerja atau bersantai. Namun, pengunjung perlu waspada: lewat pukul 5:30 sore, seluruh area, termasuk indoor, berubah menjadi smoking area. Tempat ini menawarkan pengalaman unik dengan pelayanan yang ramah, namun dengan catatan penting bagi non-perokok yang ingin berkunjung di malam hari.

Cloud Lounge menyuguhkan pemandangan 360 derajat Jakarta dari lantai 49 yang spektakuler, ideal untuk berfoto saat matahari terbenam. Namun, lupakan obrolan romantis; tempat ini lebih mirip kelab malam outdoor dengan musik yang sangat kencang. Meskipun Tiramisu dan Wagyu-nya patut dicoba, kualitas menu lainnya tidak menentu dan harganya mahal. Pengunjung juga perlu waspada terhadap kebijakan minimum charge yang tinggi dan pelayanan yang kurang memuaskan, menjadikan pengalaman di sini sangat untung-untungan.