Loading...






VIN+ Kemang dikenal sebagai surga legendaris bagi para pencinta wine dengan koleksi yang sangat luas dan suasana *chill* ditemani *live music*. Namun, artikel ini mengulas sisi lain dari VIN+: kualitas makanannya yang untung-untungan. Sementara hidangan seperti Carbonara Spaghetti sangat direkomendasikan, menu lain seperti steak bisa jadi mengecewakan. Pembaca juga diperingatkan tentang harga wine yang cukup tinggi, pelayanan yang tidak konsisten, serta bau rokok yang cukup mengganggu bahkan di area bebas rokok.
Meskipun suasana dan wine-nya oke, tapi ada beberapa hal yang bikin kesel dan harus diomongin.
Jadi, worth it nggak sih buat ke sini? Saran gue: Kalau pintar milih, pasti bisa happy. Simpan nih tips hemat & anti zonk dari gue!

Kafe di Senopati ini adalah surga bagi para pemilik anjing. Tempat ini tidak hanya memperbolehkan anabul masuk ke dalam ruangan, tetapi juga memanjakan mereka dengan telur orak-arik gratis. Sementara itu, para pemiliknya bisa menikmati menu brunch andalan seperti Galbi Benedict unik dengan dasar croissant atau Ricotta Hotcake yang super fluffy. Meski pastry-nya lezat, perlu diingat bahwa tempatnya sangat kecil dan sering ramai, sehingga disarankan datang di luar jam sibuk untuk pengalaman yang lebih nyaman.

Jangan terkecoh dengan fasad toko es krimnya yang cerah! Di baliknya, HATS Bar adalah sebuah speakeasy viral di Jakarta dengan suasana intim berwarna merah yang kontras. Keunikan utamanya terletak pada jajaran koktail eksperimental yang tak terduga, seperti Assam Laksa yang bisa diminum dengan sumpit hingga ramuan berbasis Tolak Angin. Tempat ini menawarkan pengalaman minum yang benar-benar berbeda dan tak terlupakan bagi para pencari petualangan rasa yang ingin mengobrol santai semalaman.

St. Ali di Setiabudi adalah surga bagi para pencinta kopi, menawarkan racikan kopi berkualitas Melbourne yang disebut sebagai salah satu yang terbaik di Jakarta. Namun, siapkan diri untuk konsep semi-outdoor tanpa AC yang cukup panas. Meskipun kopinya istimewa, kualitas makanan yang inkonsisten, harga premium, dan ketiadaan Wi-Fi menjadi pertimbangan penting. Tempat ini lebih ideal untuk menikmati kopi nikmat secara singkat daripada untuk bekerja atau nongkrong berlama-lama di tengah cuaca terik.

Penasaran dengan Little Salt Bread di Blok M yang antreannya selalu panjang? Artikel ini mengulas jujur pengalaman mengantre satu jam untuk roti viral tersebut. Varian seperti Truffle Egg dan Cheese memang patut dicoba, namun ada satu kekurangan besar: roti disajikan dingin. Tips utamanya adalah membawa pulang dan memanaskannya kembali untuk rasa maksimal. Menariknya, kopi di sini ternyata menjadi juara tersembunyi yang bisa dibeli tanpa perlu ikut antrean panjang untuk roti.