Loading...






Cinnabon Kelapa Gading memanjakan pencinta manis dengan aroma kayu manis yang khas. Roti gulungnya, terutama varian Caramel Pecanbon, menjadi juara karena teksturnya yang empuk dengan saus melimpah dan porsi besar yang sepadan dengan harga. Namun, waspadai kualitasnya yang terkadang tidak konsisten dan kopinya yang sangat tidak direkomendasikan. Karena tempatnya kecil dan selalu ramai, membawa pulang adalah pilihan terbaik untuk menikmati kelezatan gulungan sinamon hangat ini tanpa perlu antre lama untuk duduk.
Terakhir, buat teman-teman yang mau gas, gue kasih rangkuman simpelnya:

Polly Cafe di Sunter menawarkan croissant renyah dengan isian melimpah yang patut dicoba, terutama varian asin seperti Chili Chicken dan Truffle yang menjadi juaranya. Tempat ini memiliki suasana yang nyaman dan cocok untuk bersantai atau bekerja. Namun, perlu diketahui bahwa kafe ini memperbolehkan pengunjung merokok di dalam ruangan, termasuk vape. Hal ini menjadi pertimbangan penting bagi pengunjung yang sensitif atau tidak menyukai asap rokok, sehingga opsi bungkus bawa pulang mungkin lebih ideal untuk menikmati kelezatan croissant-nya.

Mendobrak citra kaku restoran Michelin, Putien di PIK Avenue menawarkan suasana ramai dan sangat ramah keluarga untuk menikmati hidangan otentik Hokkian. Tempat ini lebih terasa seperti 'masakan rumahan versi sultan' yang nyaman, cocok untuk membawa anak-anak. Jangan lewatkan menu andalannya seperti Sweet & Sour Pork with Lychee yang unik. Sebuah pilihan tepat bagi yang mencari pengalaman bersantap Michelin yang santai, hangat, dan tidak formal, meski terkadang bisa sangat ramai di akhir pekan.

Monogram Bistro di Kelapa Gading menjadi spot viral berkat interiornya yang fotogenik dengan nuansa retro dan speakeasy temaram. Meskipun menu andalan seperti Nasi Iga Bakar Kirana mendapat pujian, artikel ini menyoroti beberapa kekurangan fatal. Kritik utama tertuju pada kebijakan merokok di semua area yang mengganggu kenyamanan, serta pelayanan yang lambat dan porsi makanan yang tidak sepadan dengan harga. Tempat ini lebih cocok untuk berfoto daripada menikmati pengalaman bersantap yang nyaman dan memuaskan.

Di tengah hiruk pikuk Mangga Dua Square, sebuah kedai teh tersembunyi di lantai basement menawarkan surga ketenangan. Tempat ini adalah destinasi bagi para pecinta teh sejati untuk menikmati seduhan premium seperti Qingxiang Guanyin dan White Tea Shoumei dalam suasana yang syahdu dan ritualistik. Jauh dari keramaian, kedai ini menjadi oase untuk melambat dan bersantai. Uniknya, mereka juga menyajikan semangkuk mie sapi lezat yang tak terduga, melengkapi pengalaman ngeteh yang otentik dan mendalam.