Loading...








Menepis anggapan Jakarta Barat sepi tempat nongkrong, sebuah wine bar baru hadir dengan suasana nyaman dan desain yang *tasteful*. Tempat ini menjadi surga bagi pencinta wine berkat koleksinya yang beragam—terutama wine Prancis—dengan harga terjangkau. Meskipun hidangan utamanya dinilai kurang maksimal, penawaran menarik seperti diskon 15% untuk pembelian enam botol *take away* dan acara reguler seperti cicip wine gratis menjadikannya destinasi wajib bagi yang ingin bersantai sambil menikmati wine berkualitas.
Follower lama pasti tahu seberapa sukanya gue main-main di Jaksel, tapi baru-baru ini gue diseret teman ke Jakarta Barat, katanya ada Wine Bar baru yang keren banget. Jujur aja, awalnya gue nolak, Jakbar lho? Emang ada apaan sih? Ternyata… Anjay, mantap juga.
Meskipun ada beberapa kekurangan kecil, gue bakal balik lagi demi wine dan diskonnya! Nih, gue rangkumin info penting buat teman-teman:
Intinya, buat para pencinta wine yang tinggal di sekitar Jakarta Barat, langsung gas aja!
📍 The Wine House, Jakarta Barat

Three Uncles di Jakarta Barat menyajikan masakan Kanton halal dalam suasana otentik kedai Hong Kong tahun 90-an yang ramai dan sempit. Restoran ini berhasil memikat pengunjung dengan beberapa menu andalannya yang wajib dicoba, seperti Nasi Goreng Yangzhou dengan aroma ‘wok hei’ yang kuat dan Bakpao Telur Asin yang lumer di mulut. Meskipun begitu, beberapa menu lain dianggap kurang istimewa dan porsinya cenderung kecil, memberikan pengalaman bersantap yang unik namun campur aduk.

UMAQITA, restoran Bali di PIK yang populer karena pernah dikunjungi presiden, menawarkan suasana otentik dan hidangan andalan yang wajib dicoba. Di antara menu yang menonjol adalah Nasi Kecombrang yang wangi dan Sate Lilit yang lezat. Namun, artikel ini mengulas pengalaman yang kontras, di mana kelezatan tersebut dibayangi oleh pelayanan yang sangat lambat dan kualitas makanan yang tidak konsisten. Pengunjung disarankan untuk datang dengan kesabaran ekstra dan fokus pada menu-menu andalannya untuk pengalaman yang lebih baik.

FountainHead Cafe di Jakarta Barat memikat dengan arsitektur kolonial Prancis yang cantik dan setiap sudutnya yang Instagramable, menjadikannya viral di media sosial. Namun, di balik visualnya yang menawan, artikel ini mengungkap realita yang berbeda: waktu tunggu makanan yang sangat lama, kualitas makanan utama dan kopi yang mengecewakan, serta suasana yang sangat bising. Meskipun croffle-nya disebut sebagai penyelamat, kafe ini lebih direkomendasikan sebagai studio foto daripada destinasi untuk menikmati kuliner dan bersantai dengan nyaman.

Penasaran dengan wajah baru Holywings? Artikel ini mengulas HW Livehouse PIK (kini Gold Dragon) yang menawarkan pengalaman campur aduk. Tempat ini menjadi pilihan seru untuk menikmati minuman sambil ditemani live music yang memukau. Namun, pengunjung perlu bersiap dengan volume suara yang sangat kencang dan ruangan yang dipenuhi asap rokok. Meskipun beberapa camilan seperti Sate Babi dan Singkong Gorengnya lezat, kualitas makanan utamanya dianggap kurang konsisten, menjadikannya lebih cocok untuk hiburan malam daripada wisata kuliner.